Review Novel Senyum Karyamin, Ahmad Tohari

Judul Buku : Senyum Karyamin
Pengarang : Ahmad Tohari
Penerbit dan tahun terbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 1989
Jumlah halaman : 73

Nama Pe-review : Iyom Alexandria

Ini adalah kumpulan 13 cerpen yang kemudian dibuat buku dengan latar masyarakat desa yang menjadi tokoh sentralnya. Seperti dalam karya-karya Ahmad Tohari yang lain, dalam buku ini kita akan mendapati pesan moral yang menggelitik sekaligus lugu.

Dalam senyum karyamin mengisahkan bagaimana di negeri ini begitu banyak orang-orang yg kelaparan akan tetapi demi ingin terlihat sebagai manusia yang perduli pada kesengsaraan bangsa lain justru masyarakat kita dimintakan untuk ikut mengatasi kelaparan bangsa lain padahal dinegeri sendiri masih banyak yang menderita kelaparan. Wajah karyamin muncul dalam potret bangsa kita, seorang yang lugu, bodoh, alami, telanjang, akan tetapi ternyata tetap menjanjikan kedamaian yang tulus dan tanpa pamrih.

Kemudian ada pula mengisahkan tentang “si minem beranak bayi” dimana masih banyak di masyarakat kita anak-anak permpuan dibawah umur kemudian memiliki bayi. Pertanyaan menggelitik dari seorang ayah yang juga kakek dari bayi yang baru saja dilahirkan itu, begini katanya: “soalnya, istriku baru melahirkan kemarin dulu. Dia, istriku itu, sudah berusia 29 tahun, jadi layak melahirkan seorang bayi. Sedangkan si Minem masih bocah. Betulkah seorang bocah mengeluarkan bocah lagi? Astaga! Aku belum percaya Minem melahirkan bayi. Jangan-jangan Cuma daging atau telur.”

Dari beberapa judul-judul dalam buku Senyum Karyamin semoga dapat membuat kita melek pada masalah-masalah yang terjadi di masyarakat yang sampai hari ini masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar