Senin, 18 Februari 2019

Resensi Buku 11:11, Fiersa Besari


Judul Buku: 11:11
Penulis: Fiersa Besari
Penerbit: Media Kita
Tahun Terbit: 2018
Genre: Nonfiksi
Jumlah Halaman: 297
Pereview: Chely

11:11 (Sebelas - Sebelas)

Sebelas Cerita, Sebelas Lagu, yap ini adalah Album Buku kedua Fiersa Besari menyusul kesuksesan Album Buku pertamanya "Konspirasi Alam Semesta", Ainy, Melangkah Tanpamu, Acak Corak, Home, Samar, Temaram, Kala, Glmpse, Harapan, I Heart Thee, dan Senja Bersayap adalah 11 cerita yang ada dalam album buku Fiersa kali ini. Jangan lupa untuk mendengarkan 11 lagu, yang juga ada dalam CD nya. Membaca disertai iringan lagu sebagai backsoundnya, ternyata cukup nikmat dan membangun suasana yang cukup epik. 

Di Buku kali ini Bung Fiersa menyajikan cerita yang lumayan berbeda dari buku - buku sebelumnya. Dalam beberapa  buku sebelumnya, tulisan yang ada di bukunya memiliki kedalaman cerita yang tajam dan menohok para pembaca. Untuk Buku 11:11 kali ini, Bung Fiersa cenderung menyajikan tema  Pengorbanan Cinta yang di tengah-tengah pembacaan cenderung dapat tertebak hasil ceritanya. 

Sebagai penikmat tulisan-tulisan Bung Fiersa, saya rasa Bung Fiersa masih tetap menghasilkan kata-kata ajaib di setiap cerita yang dia sajikan. Masih tetap saya berfikir "Kenapa bisa Bung Fiersa memilih kata-kata untuk menggambarkan luka dan bahagia sebegitu indahnya?". Magis, masih tetap menjadi kekuatan Fiersa dalam setiap buku yang dia hasilkan.

11 : 11 (Sebelas - sebelas) adalah sebuah karya pembuktian dari Bung Fiersa, bahwa dia tak hanya ada di zona nyamannya. Lewat Buku ini Bung Fiersa membuktikan bahwa imajinasinya bisa melampaui hal-hal yang selama ini dia sajikan di buku-buku sebelumnya. Sebagai sebuah karya, buku ini bisa mengukuhkan Bung Fiersa menjadi penulis yang makin produktif dan punya nama di Industri penulisan Indonesia.

Sebagai penutup review singkat kali ini, ada sebuah kalimat dalam buku 11:11 yang lumayan menggetarkan, "Waktu enggak pernah jadi tokoh utama dalam tumbuh kembang sebuah perasaan. 'Proses' yang berperan penting.” Glimpse, hal. 198 .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Pemesanan Suvenir

Pemesanan Suvenir

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *