Review The Antagonist, Laurentia Mira

Judul buku: The Antagonist
Penulis: Laurentia Mira
Genre: fiksi 
Penerbit: Gramediana, PT. Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2015
Jumlah halaman: 282
Pereview: Jatri Ningrum

The Antagonist menceritan tentang kasus penculikan anak yang masih berumur 10 jam, dengan proses persidangan yang panjang.  Cerita ini terinspirasi oleh kisah  nyata yang didapat dari narasumber yang seorang advokat muda,  Dr.  Yopi Gunawan. 

Tokoh Tersangka penculikan adalah Riani. Ibu muda dengan masalalu yang sangat berliku liku.  Terbiasa dengan kehidupan yang berkecukupan,  hingga masa remaja saat ayahnya meninggal. 

Keadaan ekonomi pasca ayahnya meninggal tidak menjadikan Riani putus asa.  Gadis cantik itu tetap berusaha dengan sangat keras demi memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya.  Menikah dengan pria bernama Yuma, lalu memiliki seorang anak laki laki.  Kehidupan berjalan sangat manis selayaknya keluarga bahagia.  Hingga suaminya terbukti selingkuh. 

Masalah perselingkuhan dan kekerasan suaminya menyebabkan perceraian yang cukup membuatnya terpukul. Tapi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencari pelipur lara hati Riyani.  Dengan wajah cantik rupawan,  meski lulusan sma,  Riyani merupakan sosok perempuan yang giat belajar apapun dan smart.  Setelah beberapa kali menjalin hubungan pelipur lara dengan beberapa pria,  Riyani bertemu dengan sosok laki laki perjaka bernama Dhika, yang menurutnya sangat mencintainya.  

Namun sayang,  mama Riyani tidak menganggap Dhika sosok yang tepat. Karena menurut mamanya Dhika bukan tipe menantu yang bisa memenuhi kebutuhan anaknya,  apalagi Riyani sudah pula memiliki anak bernama Bisma. 

Pernikahan tetap terjadi meski orang tua Riyani keberatan.  Atas dasar cinta dan janin yang terlanjur dikandung rupanya.  Tapi malapetaka rumah tangga justru dimulai  dengan bencana perekonomian yang disebabkan suami barunya tak kunjung mendapatkan pekerjaan.  Riyani mengorbankan segalanya,  keluarganya, hartanya bahkan anak pertamanya hanya supaya rumah tangganya bertahan.  Akan tetapi pengorbanan Riyani tidak berarti apa apa untuk suaminya.  Dhika semakin menjadi suami yang tidak bertanggung jawab. 

Beberapa bulan berlalu. Janin yang dikandung Riyani gugur, dan tidak ada yang tau. Dua kali menikah,  kesekian kali itu pula dia mendapatkan perlakuan kasar yang meinjak injak harga diri serta raganya.  Jiwa Riyani yang goncang mulai merasakan tekanan yang menyakitkan. Hingga Riyani memutuskan untuk mengambil seorang bayi yang dilihatnya.  

Tak cukup sampai disitu, kasus Riani berkembang sampai isu perdagangan anak dan dia dituduh menjadi salah satu anggota mafia perdagangan anak.   Tidak cukup sampai disitu,  Riyani harus mengalami cedera patah tulang di beberapa tempat setelah dia loncat dari jembatan.  

Kisah ini diangkat dari kisah nyata,  yang bisa terjadi pada setiap perempuan. 

karena hidup adalah sebuah drama,  peran apa yang dimainkan adalah sebuah pilihan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar