Kamis, 31 Januari 2019

Resensi Buku Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam, Rusdi Mathari

Judul Buku: Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam (Sehimpun Reportase)
Penulis: Rusdi Mathari
Penerbit: Buku Mojok
Tahun Terbit: 2018
Genre: Nonfiksi
Jumlah Halaman: 215
Pereview: Chely Yustiviani


Rusdi Mathari, atau yang lebih sering dipanggil _Cak Rusdi_ adalah seorang Jurnalis yang merintis karir sejak 1990-an. Sayangnya, pada bulan Maret 2018, seseorang dengan talenta kritik tajam dan membangun ini harus meninggal karena penyakit Kanker. Selain aktif sebagai seorang Jurnalis, Almarhum juga aktif menulis di beberapa media. Termasuk menulis catatan dan pengalamannya yang dimuat blog pribadinya. Buku "Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam" adalah sebuah kumpulan reportase yang dialami dan dicatat sendiri oleh Cak Rusdi. 

Buku ini berisi 19 naskah hasil reportase Cak Rusdi yang dikumpulkan dari tahun 2007-2014. Buku ini berisi banyak sekali kisah yang menarik, mendalam bahkan juga penuh dengan hal-hal kritik menggelitik. Banyak hal yang tidak disangka yang tiba-tiba muncul dalam alur cerita.

Dimulai dengan kisah orang-orang yang berjuang melawan AIDS, bagaimana kehidupan mereka dalam pandangan masyarakat. Cerita tentang orang-orang yang menghabiskan hidupnya di panti jompo. Hingga di akhir buku ini, cerita "Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam" adalah sebuah kalimat yang menceritakan  tentang diskriminatif terhadap sebuah organisasi masyarakat Islam, yaitu ormas syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur. Anggapan bahwa semua syiah sesat menjadi polemik yang berkembang di masyarakat, sehingga banyak sekali hal - hal diskriminatif yang dialami disana, hingga menjatuhkan korban. Berbuat hal-hal buruk kepada sesama manusia dengan mengatasnamakan agama adalah hal  yang paling menyedihkan. Oknum oknum membenarkan segala sesuatu atas apa yg mereka pikirkan, menyalah nyalahkan orang lain atas hal yang tidak sesuai dengan pemikiran mereka. Bukankah setiap  agama mengajarkan tentang Berbuat Kebaikan dan Menjauhi hal - hal yang buruk. Amar ma’ruf nahi munkar. 

"Emok ngetong jhelenna ajem, kaloppae sakona dhibhik niddhek tamacok"Mereka hanya sibuk menghitung langkah ayam, tapi lupa kaki mereka justru menginjak tahi ayam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Pemesanan Suvenir

Pemesanan Suvenir

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *