Review Buku Selembut Hati Nabi, Miftahul Asrur Malik

Judul Buku: Selembut Hati Nabi
Pengarang: Miftahul Asror Malik
Penerbit dan Tahun Terbit: Real books, 2017
Jumlah Halaman: 191
Nama Pereview: Dian Nur H
Genre: Nonfiksi
Review buku

Beragama tapi hatinya keras, beragama tapi kata-katanya kasar, beragama tapi memaki yang berbeda, beragama tapi acuh pada sesama. Itulah fenomena yang terasa dewasa ini. Bahkan yang ngakunya ustadz dan ulama bisa sedemikian rupa memprovokasi kelompoknya untuk membenci kelompok lain. Mengaku yang paling nyunnah, paling mengikuti Nabi SAW dan menganggap yang lain menjalankan bid'ah dholalah sampai tega memusyrikkan dan mengkafirkan, sungguh sedih sekali.

Padahal Nabi Muhammad SAW sendiri memiliki hati yang sangat lembut, menyayangi dan mengasihi sesama. Siapapun yang berbicara dengan Nabi akan merasa dihargai dan dikasihi sekalipun ia ahli maksiat, bahkan terang-terangan membenci dan melukai Nabi.

Buku ini berisi 102 kisah kemuliaan hati Nabi. dinukil dari beberapa hadist yang ditulis dengan kata-kata sederhana tapi cukup mengena dan membuat rindu pada Nabi menggebu. Meskipun ada beberapa kata yang perlu berulang kali dibaca agar bisa dicerna dengan baik.

Tapi buku ini cukup bisa menjadi panduan kita untuk menilik pribadi Nabi yang penuh kasih sayang. Beberapa kisah sangat menyentuh seperti saat Nabi harus berhutang demi membantu yang kesusahan, Nabi yang sehari kenyang agar bersyukur dan lapar dihari setelahnya agar mengingat Allah, Nabi yang gaya hidupnya sangat sederhana dengan tidur beralaskan tikar kasar agar tidak melupakan ibadah ditengah malam, Nabi sangat penyayang pada anak-anak, Nabi membalas keburukan sikap pembenci dengan kebaikan, Nabi adalah suami yang memuliakan istri, Nabi selalu merahasiakab aib orang lain, beliau senantiasa mendengarkan orang yang meminta nasehat bahkan meskipun ahli zina sekalipun.

Dan kisah yang paling menyayat adalah kisah di akhir saat Nabi hendak menjemput ajalnya, beliau mendoakan umatnya dengan banyak kebaikan. Dengan penuh cinta Nabi memperlakukan sahabat, kaum dan bahkan musuhnya. Nabi sudah mencontohkan akhlak yang mulia sedemikian rupa, tapi sayangnya kita lupa dan seringkali hanya terjebak pada syariat saja dan melupakan hakikat kehidupan
bermasyarakat. 

Buku ini bisa menjadi referensi yang sederhana tapi mengena, agar kita senantiasa ingat bahwa Nabi dan agama islam adalah rahmat bagi seluruh alam. 

Dari angka 10 saya beri nilai 7,5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar