Jumat, 21 Agustus 2020

Resensi Buku Totto-chan Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi


Judul buku: Totto-chan Gadis Cilik di Jendela
Penulis: Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2007 (cetakan ketiga belas)
Jumlah halaman: 272
Peresensi: Almas Mustofa

Totto-chan bercerita tentang seorang gadis kecil yang dianggap nakal karena sering melakukan hal-hal ‘aneh’. Dia senang membuka dan menutup meja lipat di kelasnya hingga berulang kali. Senang mengobrol dengan burung dan selalu memanggil pemusik jalanan- yang lewat di sekitar sekolahnya- saat pelajaran berlangsung. Karena sudah tidak bisa mengatasi ulah Totto-chan, akhirnya dengan terpaksa sekolah mengeluarkannya. Setelah itu, Ibu Totto-chan memasukkannya ke sebuah sekolah unik. Unik, karena sekolah itu menggunakan bekas gerbong kereta sebagai kelasnya. Tomoe Gakuen nama sekolah tersebut. Di sekolah barunya ini, Totto-chan langsung betah karena sekolah ini berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya. Di setiap kelas, tiap murid boleh memilih pelajaran sesuka hatinya. Jadi tidak ada jadwal pelajaran yang tetap di setiap kelas. Mereka belajar sendiri-sendiri. Guru hanya menemani dan mengawasi. Jika ada yang bertanya, baru dijelaskan oleh gurunya. Murid juga tidak diwajibkan berseragam. 

Sang kepala sekolah, Mr. Sosaku Kobayashi lah yang mempunyai ide seperti itu. Beliau adalah orang yang sangat bijaksana, sangat mencintai anak-anak dan bisa memahami anak-anak. Tidak pernah beliau memaksa muridnya harus begini begitu. Karena itulah beliau sangat dicintai oleh murid-muridnya.

Salah satu kisah menarik adalah ketika Totto-chan mengaduk-aduk bak penampung kotoran untuk mencari dompetnya yang terjatuh ke dalamnya. Dia mengeluarkan isi bak sampai menggunung. Ketika sang kepala sekolah melihatnya, beliau hanya bertanya apa yang sedang dilakukan Totto-chan. Beliau tidak marah sama sekali. Beliau hanya berkata, “Kau akan mengembalikan semuanya kalau sudah selesai kan?”. Respon yang sangat ‘santai’ karena kebanyakan orang tua yang melihat kejadian seperti itu pasti akan berteriak dan memarahi si anak. Tapi respon santai sang kepala sekolah itu ternyata justru bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada Totto-chan. 

Kisah-kisah yang disajikan dalam buku Totto-chan ini mengalir dengan indah sehingga membuat pembaca larut di dalamnya. Ada banyak kutipan menarik dalam buku ini. Beberapa di antaranya adalah:

”Satu hal yang pasti, anak-anak memang memiliki rasa humor yang alami. Semuda apapun umur mereka, anak-anak selalu tahu bila sesuatu memang benar-benar lucu”

”Bersikap tidak sopan berarti mempermalukan diri sendiri”

”Punya mata, tapi tidak melihat keindahan; punya telinga, tapi tidak mendengar musik; punya pikiran, tapi tidak memahami kebenaran; punya hati tapi hati itu tak pernah tergerak dan karena itu tidak pernah terbakar. Itulah hal-hal yang harus ditakuti”

Totto-chan sangat layak untuk dibaca. Terutama untuk para orang tua juga para guru atau pengajar. Lewat buku ini kita ‘diajak’ untuk lebih bisa mengerti anak-anak. Satu lagi, buku ini tidak membosankan dan tetap menyenangkan walaupun dibaca berulang-ulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *