Minggu, 31 Desember 2017

Selayang Pandang


Ketika sudah menikah, apa lagi memiliki anak, beberapa perempuan mengakui kalau aktivitas membaca semakin berkurang bahkan nyaris hilang karena kesibukan-kesibukan lainnya, baik pekerjaan domestik maupun nondomestik. Untuk menjaga dan terus memotivasi para ibu ini, dibentuklah Komunitas Perempuan Membaca pada tanggal 27 September 2016 oleh Iffah Hannah. Awalnya, anggota komunitas ini hanya 10 orang saja, lalu berkembang menjadi 20 orang lebih sampai sekarang.

Beberapa anggota datang dan pergi, beberapa aktif dan beberapa tidak, tapi komunitas ini tetap bertahan. Kegiatan rutin yang dilakukan komunitas ini adalah kewajiban membaca dan menyetorkan 1 resensi buku 
di grup WhatsApp Perempuan Membaca setiap bulannya untuk didiskusikan bersama anggota yang lain. Tentu saja kewajiban setor resensi 1 buku bukan untuk membatasi jumlah buku yang bisa dibaca para anggota, tetapi lebih untuk memotivasi anggota Komunitas Perempuan Membaca untuk setidaknya menamatkan 1 buku setiap bulannya. Agar hasil resensi terdokumentasikan dengan baik dan bisa dibaca oleh penikmat buku yang lain, maka mulai Desember 2017, admin website mengunggah hasil resensi di website perempuan membaca. Website ini awalnya berdomain blogspot, pada tanggal 28 januari 2018 admin mengubahnya menjadi perempuanmembaca.com 

Ada yang bertanya, mengapa tidak menggunakan kata wanita untuk komunitas ini? Bagi kami, penggunaan kata perempuan sudah tepat sekali pun perempuan mengalami peyorasi makna, kata perempuan adalah hal-hal yang postif, menunjukkan keberanian, kemandirian, dan luwes serta berkasih sayang, perempuan berasal dari bahasa sansekerta empu, artinya orang yang disucikan. Perempuan sebagaimana pada zaman dahulu, dipuja-puja dan dimuliakan. Perempuan, pragmatik menyebut kata perempuan bernilai cukup tinggi, tidak di bawah, tapi sejajar. 


Salam Literasi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *