Selasa, 02 Januari 2018

Resensi Novel Sirkus Pohon, Andrea Hirata

gambar: belbuk.com
Judul buku: Sirkus Pohon
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Tahun terbit : 2017

Peresensi : Farah Firyal

Sirkus pohon adalah karya ke-10 dari Andrea Hirata. Sama seperti karya-karya sebelumnya, buku ini bercerita tentang banyak hal yang terjadi pada masyarakat belitong dengan segala kelucuan dan keluguannya. Ada sangat banyak tokoh di buku ini. Bisa dikatakan ini merupakan buku yang "ramai". Ramai cerita, juga ramai tokoh dengan karakter yang berbeda-beda.

Ada 4 tokoh sentral disini. Mereka adalah Shobri, Dinda, Tara, dan Tegar. Shobri adalah bujang lapuk berusia 28 tahun yang pendidikannya hanya sampai kelas 2 SMP (itu artinya ia hanya dianggap sebagai lulusan SD :D). Hidupnya tanpa tujuan. Pengangguran tak punya kerjaan. Sehari harinya ia bergaul dengan penjahat kelas teri di kampung, namanya Taripol (nama kerennya Taripol Mendoza :D). Hidup Shobri berubah ketika bertemu Dinda. Shobri jatuh cinta. Shobri kasmaran. Dan gayung pun bersambut. Dinda membalas cinta shobri. Dinda bersedia dinikahi Shobri dengan 1 syarat, Shobri memiliki pekerjaan tetap.

Berhari hari Shobri mencari pekerjaan tetap sampai ahirnya ia diterima bekerja sebagai BADUT SIRKUS. Majikannya adalah seorang ibu dengan anak gadis bernama Tara. Kisah cinta di buku ini tidak hanya tentang shobri dan Dinda, tapi juga tentang Tara dan pria yang ia cari sejak kecil hingga dewasa. Pria yang ia sebut sebagai "pembela".

Seperti buku-buku sebelumnya, buku Andrea hirata ini juga mengajarkan makna cinta, ketulusan, dan pengorbanan. Yang semua itu di sampaikan melalui cerita2 lucu dan tokoh2 jenaka juga bodoh macam shobri. Ada sindiran2 politik lewat cerita pemilihan kepala desa. Ada pelajaran tentang kejujuran dan persahabatan lewat kejahatan2 taripol dan seorang pria bertopi Fedora.

Benar kata Andrea hirata, "fiksi adalah cara terbaik menceritakan fakta"

Cirebon, 31 desember 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Pemesanan Suvenir

Pemesanan Suvenir

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *