Review Queen of Babble Get Hitched, Meg Cabot


Judul buku : Queen of babble get hitched
Pengarang : Meg Cabot
Penerbit dan tahun terbit: GPU, 2015
Genre : fiksi
Jumlah halaman : 384
Pereview : Marsita


Queen of babble gets hitched - meg cabot

Meg Cabot, si pencipta Princess Mia yang pernah difilmkan dan diperankan oleh Anne Hathaway kembali hadir dalam serial Queen of Babble. Selain Mia Thermopholis si Princess, dan juga Heather Wells, si bekas penyanyi cilik, Meg Cabot kembali menghadirkan tokoh Lizzie Nichols, si ratu ngoceh.

Buku ini sebenarnya serial ketiga dari rangkaian Queen of babble (yang mana sebenarnya swdang aku baca ulang, karena sudah agak lupa cerita di buku pertama dan keduanya). But no need to worries, karena Meg Cabot as usual mampu membuat kita menikmati cerita dalam buku ketiga ini tanpa harus mengingat detail cerita di buku pertama dan kedua. 

Kali ini, Lizzie membuka cerita tentang kepanikannya mendapati dirinya di atas tempat tidur dengan Chaz, si mantan pacar sahabatnya dan juga sahabat dari mantan pacarnya, si Luke (paham gak ya? Jadi si Chaz ini mantan pacar Shari -sahabat Lizzie. Dan juga Chaz ini sahabatnya Luke -mantan oacar Lizzie)

Lalu bergulirlah cerita bagaimana Lizzie menjalankan usaha merestorasi gaun pengantin vintage milik pasangan tua dari Prancis. Bagaimana usaha itu terbilang sukses sehingga membuat namanya terkenal, sampai sampai Ava Geck si bintang pewaris departemen store Geck's memesan gaun darinya. 

...dan juga bagaimana Lizzie yang akhirnya bertunangan dengan Luke, si mantan pacar yang kembali padanya di hari yang sama Lizzie mendapati ia dan Chaz di atas kasur yang sama.

Seperti biasa, Meg Cabot sangat ahli memainkan kata dan membuat kita yang membaca menjadi gemas terhadap Lizzie dan pikiran idealisnya, gregetan sama Chaz yang terlihat jelas lebih mengenal Lizzie dibandingkan Luke. Lalu ada juga sederetan orang orang di sekitar Lizzie; mulai dari Shari sahabatnya yang lesbian, Tifanny si resepsionis yang juga seorang model. Dan juga keluarga Lizzie terutama Gran, neneknya yang sangat dekat dengan Lizzie.

Rumit dan menghibur; dua kata yang bisa aku katakan untuk menggambarkan kisah Lizzie kali ini. Lagi lagi Tante Meg Cabot mengajak kita menikmati kisah dari sudut Lizzie yang clumssy, biasa saja, panikan, gak PD an. Rasanya bahagia menemukan tokoh dalam novel yang tidak sempurna. 

Bagian paling menyenangkan: melihat bagaimana Chaz si mahasiswa Filsafat  dengan kesederhanaannya mampu membuat Lizzie nyaman -mengalahkan Luke, pangeran tampan dari Prancis yang bersekolah kedokteran.

Bagian paling menyebalkan : melihat Lizzie sepenuh hati membantah perasaannya terhadap Chaz, padahal di sekitarnya mereka bisa melihat bahwa Lizzie dan Chaz saling jatuh cinta

Isi buku ini diambil dari sudut pandang Lizzie, bagaimana perasaan Lizzie menghadapi semua konflik yang dihadapinya ... dan, buat kita yang suka dengan hal hal lebih rumit dan kompleks dari sekedar hati seorang wanita berumur 20an yang sedang dilema dengan pasangan hidup dianjurkan tidak membaca buku ini (hahahahahahaha, karena -meminjam istilah jaman sekarang- buku ini receh. Receh dan menyenangkan untuk dibaca di waktu luang, sambil ngeliatin si dedek bobok siang, sambil nunggu suami pulang. Hahahahaha)

'Aku sudah melakukan banyak hal buruk di masa lalu, Lizzie. Tetapi mencintaimu bukan salah satunya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di saat Luke kembali musim gugur nanti, tetapi aku berniat menikmati saat - saat yang aku miliki denganmu sepuasnya. Karena dari yang kupelajari tentang filsafat waktu, apapun yang akan terjadi di masa depan sama sekali tidak dapat dihindari' - Chaz pada Lizzie.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar