Home Ads

Rabu, 25 April 2018

Review Peach Blossom Pavilion, Mingmei Yip

Judul: Peach Blossom Pavilion
Penulis: Mingmei Yip, Published by Kengsington Publishing Corp. 2008
Hak cipta terjemahan Indonesia
Alih bahasa: Tjiong Fei Fang
Editor: Grace Situngkir
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo
Tahun: 2015
Jumlah hal: 525 Hal
pereview: Jatri Ningrum

Perjalanan hidup seorang Pelacur yang diceritakan secara gamblang, vulgar dan indah. Menggambarkan kota shanghai dan peking, dengan kultur budaya tahun 1900 an. Membaca novel ini seperti hidup pada tahun itu. 

Dimulai dari kisah gadis kecil yang ayahnya dibunuh oleh penguasa daerahnya, serta ibunya yang memutuskan akan menjadi seorang biksuni. Hu Xhiang Xhiang, 13 tahun harus mengikuti Fangrong, perempuan yang berjanji pada ibunya untuk menjaga Xhiang Xhiang dan memberi pekerjaan untuk bertahan hidup.

Xhiang Xhiang dibawa ke Shanghai, ke sebuah tempat bernama Paviliun bunga Persik. Disana Xhiang xhiang mendapatkan bermacam macam pelajaran seni, musik, kaligrafi china, makanan yang lezat dan tempat tinggal yang jauh lebih layak daripada sekedar bayangannya. Akan tetapi setelah beberapa bulan Xhiang Xhiang mulai paham tentang bisnis Fang Rong. Sebuah rumah bordir. Xhiang Xhiang kecil dipersiapkan sedemikian rupa karena Fang Rong tahu, dengan kecantikan Xhiang Xhiang yang sangat menawan dia bisa melelangnya. Apalagi dengan keperawanannya, tentu saja dengan harga yang sangat tinggi.

Xhiang Xhiang akhirnya berdamai dengan keadaannya. Persahabatannya dengan Mingji (pelacur kelas atas yang paling terkenal akan kecantikan dan kepintarannya) senior bernama Mutiara yang juga menjadi gurunyalah yang membuat Xhiang Xhiang bisa melewati hari hari berat di Paviliun Bunga Persik. Tentu saja dengan segala hiruk pikuk dan segara derita yang dialaminya. Paviliun Bunga Persik mempunyai hierarki yang sangat kuat antar saudari (begitu mereka menyebut wanita yang menjual diri). Xhiang Xhiang mulai membangun mimpinya menjadi seorang Mingji, tentu saja terinspirasi dengan Mingji Senior Mutiara yang akhirnya mengikat persaudaraan sedarah dengan Xhiang Xhiang.

Banyak hal pahit, perih dan getir yang dialami Xhiang Xhiang, namun dia selalu memoles dengan senyum abadinya yang menawan. 

Suatu hari dia melayani seorang pelanggan yang sangat mencintainya, kaya raya, berpenampilan seorang pria menawan, pengagum berat Xhiang Xhiang, sayangnya ternyata dia seorang perempuan. Dia selalu membujuk Xhiang Xhiang tanpa berputus asa untuk ikut dengannya meninggalkan rumah bordil itu. Hingga dia luluh dan memutuskan pergi dari paviliun bunga persik sekalian menggunakan kesempatan itu untuk mencari ibunya ke salah satu kuil di Peking. Dalam perjalanannya Xhiang Xhiang bertemu seorang Pria Seorang Biksu Tong yang tampan, mereka melewati malam yang romantis dan Xhiang Xhiang sadar dia jatuh cinta dan meninggalkan pasangan wanitanya, 
akan tetapi perjalanan cintanya dengan seorang biksu Tong pun tidak berjalan mulus.

Cerita semakin berliku, semakin rumit ditambah niat balas dendam atas kematian ayahnya. Lalu pertemuannya dengan laki laki yang selalu diimpikannya. Mr. Anderson, Pria yang dikaguminya sejak Xhiang Xhiang berumur tigabelas tahun, awal dia masuk Paviliun Bunga Persik. Seseorang yang melengkapi hidupnya dan membawanya berjalan menyusuri dunia yang baru.

Kita tidak bisa mengalahkan takdir, tapi kita bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. 
- peach blossom pavilion -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *