Review Dunia Sukab, Seno Gumira Ajidarma


Judul Buku: Dunia Sukab
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2016
Genre: Fiksi (Kumpulan Cerpen)
Jumlah Halaman: 227
Nama Pereview: Rima Juwitasari
Review Buku:

Dunia Sukab merupakan kumpulan cerpen karya Seno Gumira Ajidarma yang sebelumnya pernah dicetak di beberapa surat kabar dan majalah seperti Kompas, Horison, Republika, dsb. Buku ini terbagi menjadi 3 Bab dan uniknya, semua cerpen yang terhimpun di Bab pertama dihadiri oleh karakter yang bernama Sukab. Pada 8 cerita pendek itu, Sukab hadir dalam berbagai karakter. Ia bisa menjadi seorang paman, seorang penjual buah, bahkan menjadi seorang yang menjadi korban salah culik!

Cerpen-cerpen dalam buku Dunia Sukab ini merupakan gambaran kehidupan rakyat biasa yang mestinya sering dijumpai. Bahkan ada tiga cerpen yang mengisahkan tentang tragedi kerusuhan 98. Saya pribadi paling menggemari cerpen yang berjudul Banjir di mana dikisahkan ada sesosok jenazah yang terombang-ambing ke sana ke mari karena terbawa banjir. Warga bergotong royong mencoba menangkap jenazah yang hanyut tersebut namun selalu gagal dan akhirnya harus menunggu banjir surut agar bisa menangkapnya. Saya menyukai perasaan tercabik antara harus bersedih akan nasib jenazah yang di akhir waktunya di dunia masih harus berjibaku dengan banjir atau harus tertawa cekikikan membaca bagaimana jenazah tersebut dengan lihainya menghindari tangkapan-tangkapan warga.

Lalu menyusul Banjir, ada HooiyyAAAiyyOOO! yang menjadi cerpen favorit kedua saya. Ia mengisahkan Mintuk yang seorang pemuda kampung nekat berangkat ke ibu kota karena silau melihat Ngatiyo yang tampak premium dengan pakaian dan gayanya saat mudik lebaran tahun itu. Ia menilai, Ngatiyo merupakan perantau sukses di Jakarta. Aura kesuksesan begitu memancar dari tubuh Ngatiyo, membuat Mintuk ingin mengikuti jejaknya. Terlebih, Mintuk perlu memikat hati wanita pujaannya agar mau ia kawini. Maka, berangkatlah ia ke ibu kota. Namun sesampainya di sana, Mintuk salah dugaan. Masih juga di terminal, Mintuk dirampok habis-habisan. Dalam usahanya menjauh dari para perampoknya, Mintuk berlari sekuat tenaga. Lari dan larilah ia sampai-sampai ia terbang!

Saya tipe pembaca yang susah beranjak dari buku terakhir yang dibaca. Karena masih suka teringat dan terngiang-ngiang dengan kisahnya, saya kerap mengalami kesusahan untuk membaca buku baru dengan cerita dan tokoh-tokoh baru pula. Maka dari itu, buku kumpulan cerpen bukanlah pilihan utama untuk saya baca. Namun berbeda dengan Dunia Sukab. Karena gaya menulis Seno yang terasa nyaman, saya tidak mengalami kesulitan berpindah-pindah dari satu cerita ke cerita yang lain. Bahkan karena Dunia Sukab ini, saya berencana untuk membaca karya Seno yang lain.

Saya rasa, buku ini cocok bagi semua kalangan pembaca. Dari 5 bintang, saya memberikan 4,75 untuk Dunia Sukab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar