Jumat, 05 April 2019

Kopdar Perempuan Membaca


Kopdar kecil-kecilan #1 Jakarta-Depok


Pada 22 Maret 2019 lalu, saya berangkat ke Jakarta naik kereta malam Jayakarta Premium karena ada beberapa hal yang harus diurus untuk keperluan studi lanjut saya. Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya menghubungi beberapa teman di komunitas Perempuan Membaca yang tinggal di sekitaran Jabodetabek dengan harapan bisa kopdar tipis-tipis. Tidak terlalu berharap banyak sih, karena saya tahu teman-teman pasti punya kesibukan sendiri dan belum tentu juga availability time kami pas.

Ada beberapa anggota komunitas Perempuan Membaca yang memang teman-teman lama saya dan sudah kenal sebelum komunitas ini dibentuk, dan ada juga beberapa teman-teman baru (baik teman di dunia maya maupun teman dari teman saya) yang kebetulan belum pernah ketemu sebelumnya. Semuanya berasal dari latar belakang dan kota berbeda. Harapannya, suatu saat akan terlaksana sebuah kopdar yang mempertemukan kami semua.

Saya sebetulnya agak pesimis bisa ketemu dengan paling nggak satu-dua temen dari komunitas Perempuan Membaca karena sampai Minggu, 24 Maret 2019 saya masih berkutat dengan segala urusan di sekitaran UI Depok, dan baru selesai sekitar jam 1 siang. Begitu selesai, saya ingat kalau Rima Juwita atau yang biasa saya panggil Juwit, salah seorang anggota Perempuan Membaca tinggal di sekitaran UI Depok. Beberapa hari sebelum berangkat ke Jakarta, saya sempat minta Juwit untuk share loc di chat whatsapp, dan begitu saya menyelesaikan semua urusan di UI, saya segera cek google maps berdasarkan lokasi yang Juwit kirim beberapa hari lalu. Jaraknya dari lokasi saya ternyata cukup dekat, sekitar 1 KM. Berhubung kampus saat itu sangat ramai dan mungkin terlalu lama kalau harus naik bis kuning atau order gojek, akhirnya saya memutuskan jalan kaki. Berbekal panduan di google maps, saya dan Mbak Isnaeni, salah satu kawan yang sama-sama awardee LPDP dan bareng saat itu, jalan kaki dari Fak Teknik UI ke kontrakan Juwit. Dan ternyata 1 KM itu jauh sodara-sodara :D

Saya sama sekali tidak mengabari Juwit kalau saya akan mampir, dan baru menelpon ketika sudah hampir sampai. Dan dia kaget. Hore! Dia kaget karena pertama, nggak menyangka saya beneran mampir; kedua, saya jalan kaki dari Fak Teknik UI ke rumahnya. Juwit ini kawan lama saya di Sastra Inggris Unsoed dulu. Kalau dulu sih nggak akrab-akrab banget di kampus, dan kayaknya dia juga sebel sama saya karena jaman kuliah saya rada sengak juga sombong (semoga sekarang udah nggak sih hehe). Tapi, Perempuan Membaca ini mendekatkan kami. Kami jadi sering sharing soal rekomendasi buku, film, drama korea, dan dunia per-bayian (usia bayi kami hampir sama, cuma selisih beberapa bulan saja). Kebetulan, beberapa waktu sebelumnya, Juwit buka jastip buku BBW (dia juga jualan buku-buku bagus, siapa tahu teman-teman ada yang berminat) dan saya sempat nitip satu-dua novel dari pengarang favorit saya. Akhirnya, pertemuan itu sekalian buat ngambil buku. Makasih ya Juwit dan Muti, sudah menjamu saya dan Muti, mengijinkan kami ngadem setelah kaki lumayan gempor jalan kaki (manja banget, cuma 1 KM padahal hehe).


Nah, selepas kopdar dengan Juwit, saya dan Mbak Isnaeni bablas ke Margo City dengan naik gocar. Yang mana, kami kejebak macet sampe nyaris dua jam dong. Rasanya capek, ngantuk, lapar, apalagi paginya kami cuma sarapan breakfast wrap McD yang sama sekali nggak ngenyangin itu, hingga akhirnya kami memutuskan untuk balas dendam dengan makan semangkok Udon di Marugame dan segelas ocha (yang nambah berkali-kali saking hausnya). Pokoknya, kami berusaha untuk jajan yang enak-enak biar bahagia, karena mangkel sudah kecapekan, kelaperan, eh kejebak macet pula. Setelah lebih ceria sedikit, saya dapat pesan di whatsapp dari Mbak Jatri, salah seorang anggota Perempuan Membaca juga. Kapan ketemuan? Gitu katanya. Saya mikir, sesore ini masih di Margo City, balik penginapan masih harus packing dan lain-lain. Akhirnya saya cuma balas: nanti dikabarin lagi ya. Dengan pikiran sedikit pesimis apa bisa ketemu atau tidak karena saya sudah pesen tiket untuk keberangkatan jam 10 malam dari Stasiun Senen tujuan Purwokerto.

Tapi ya nggak saya pikir, wong di gocar perjalanan dari Margo City sampai Mampang Mas sudah lemas kehabisan tenaga. Harapannya sampai di tempat Mbak Isnaeni nanti mau bobok cantik sebentar, trus mandi, sholat, packing. Tapi ya sampai di sana malah nggak bisa tidur. Akhirnya ya udah, cuma selonjoran sebentar, trus siap-siap. Selepas sholat, saya menghubungi Mbak Jatri, dengan perasaan hopeless bahwa kami mungkin nggak akan bisa ketemu, bahwa saya akan berangkat selepas Maghrib langsung ke Stasiun Senen. Eh nggak dinyana, Mbak Jatri sepakat buat ketemu di Stasiun Senen. Bayangkan betapa bahagianya?

Selepas Maghrib, saya meluncur menuju stasiun Depok Baru dan segera naik KRL jurusan Jakarta Kota. Tadinya mau turun stasiun Manggarai trus pindah rute ke Jatinegara, lalu langsung ke stasiun Senen. Tapi trus berasa ribet. Akhirnya saya memutuskan turun di stasiun Gondangdia (baru pertama kalinya ke stasiun ini hehe) dan nge-gojek ke stasiun Senen. Sampai sana saya, langsung cetak tiket dan menghubungi mbak Jatri. Nggak lama kemudian, dia muncul dong. Bawa oleh-oleh pula buat Elnaz. Kan jadi terharu! Lalu kami ngobrol-ngobrol lama di Dunkin Donuts Stasiun Senen, bernostalgia dan sedikit (banyak sih) curhat tentang cerita hidup masing-masing (halah!).


Mbak Jatri ini sahabat lama saya. Kenal di facebook (serius!) dan ketemu beneran sekitar tahun 2012-2013. Sempat bermalam bersama berkali-kali jaman saya masih ngekos di sekitaran Tebet trus juga saat saya pindah kos ke Rawamangun. Lalu kami lost contact! Yang mengakrabkan kami kembali apa? Ya Perempuan Membaca! Enam tahun setelah pertemuan terakhir kami di 2013, kami berpelukan di stasiun Senen, nyaris nangis (saya sebenernya mau nangis, tapi gengsi jadi ditahan-tahan) lalu saling bertutur dengan cerewet melepas kangen.

Terima kasih banyak Juwit dan mbak Jatri, juga komunitas Perempuan Membaca. Kalian betul-betul bukan hanya teman-teman yang memotivasi dan menjadi sumber belajar bagi saya, tetapi juga serupa keluarga betulan. Because of you, I laugh harder, cry less, and smile a lot more! Till we meet again yaaa... dan semoga bisa segera ketemua dengan anggota Perempuan Membaca lainnya!

Purwokerto, 3 April 2019


1 komentar:

  1. Ya allaaaaaaahhhhhh.... Kudu komen piye jal...
    Intinya, gusti allah jan maha kasih sudah menggerakkan para perempuan disini untuk saling mendukung dan memberi kekuatan. Matursuwun.. Kiss.

    BalasHapus

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Pemesanan Suvenir

Pemesanan Suvenir

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *