Jumat, 31 Mei 2019

Resensi Buku Kakawin Pengantin, Teman-teman Gus Ofa dan Ning Nabilah


Judul Buku: Kakawin Pengantin
Penulis: Teman-teman Gus Ofa dan Ning Nabilah
Penerbit: Ladang Kata
Jumlah Halaman: 120 Halaman
Genre: Sastra, Fiksi, Nonfiksi
Pe-review: Nurul Farida Wajdi
Resensi:

Buku dengan judul Kakawin Pengantin ini adalah sebuah persembahan atas pernikahan Gus Ofa dan Ning Nabilah. Bagian pertama ada Serat Sasmitarasa yang dituliskan full dengan bahasa rinengga (indah) jawa. Beberapa dengan bahasa Jawa kuno. Pada bagian ini memuat tembang Asmaradana, Dhandhanggula, Pangkur, Mijil, Sinom, Gambuh, Girisa, dan Dhandhanggula 2. Adapun muatan dalam berbagai tembang ini berupa nasehat dan beberapa teladan.

Pada bagian kedua ada persembahan dari kumpulan puisi yang menggambarkan kasmaran, cinta dan menikah. Cuplikan puisi yang dituliskan adalah dari sastrawan Indonesia. Bagiku, kalau yang dikasih puisi ini kawula muda yang dilanda kasmaran, hatinya berdebar tidak karuan. (Lebay ya).

Pada bagian ketiga, ada persembahan puisi dari sastrawan luar. Dan intinya masih sama, bergumul pada puisi, cinta, dan menikah.

Lanjut ke bagian empat, di sini persembahan cinta dan menikah dalam bingkai ilmu. Seperti kitab yang disyarahkan. Bagian ini mensyarahkan tentang menikah.

Bagian kelima, persembahan puisi untuk Ning Nabilah. Bagaimana menggambarkan cintanya Gus Ofa kepada Ning Nabilah 😁. Ketika rindu, bait-bait indah yang dijamu.

Pada bagian enam, persembahan puisi cinta dari Gus Usman Arrumy, syair Nizam Qabbani yang dialih-bahasakan.

Dan yang terakhir memuat pesan pernikahan dari orangtua. Pesan yang diberikan, menunjukkan perhatian yang sangat luar biasa dari orang tua kepada anaknya yang akan menikah.

Dengan membaca buku ini, bisa membayangkan bagaimana perjalanan cinta Ning Nabilah dan Gus Ofa. Bagaimana Gus Ofa menyatakan cinta, dan bagaimana indahnya Ning Nabilah dikerumuni cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Pemesanan Suvenir

Pemesanan Suvenir

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *