Sabtu, 31 Agustus 2019

Resensi Buku Rahvayana, Sujiwo Tejo

Penulis: Sujiwo Tejo
Penerbit: Bentang Pustaka
Genre: Sastra
Peresensi: Shofia

Sujiwo Tejo menggambarkan tokoh dalam bukunya sebagai manusia Rahwana dengan segala tabiatnya.  Unik sekali ketika Mbah Tejo menggunakan nafsu sebagai tokoh yang seakan hidup dalam lakon Rahwana.  Ada Muthmainnah yang selalu cenderung dan menyukai warna putih dan mengajak Rahwana untuk berlaku baik,. Lawwamah sebagai teman yang selalu cenderung terhadap warna merah.yang cenderung memiliki sifat kebimbangan.  Amarah digambarkan sebagai sosok yang selalu menyukai warna hitam dengan mengajak kepada hal- hal yang kurang baik.  

Mbah Tejo menghidupkan bagian-bagian nafsu  seakan ingin mendialogkan bahwa nafsu yang dimiliki manusia adalah Anugerah Tuhan yang luar biasa. Manusia bertugas menyelaraskan nafsu dengan kesucian hati akan berimbang dan tidak menyimpang.  Sinta adalah tokoh sentral dalam pewayangan Mbah Tejo. Secara jujur, Sinta digambarkan sebagai tokoh yang rumit. Terkadang penulis menggambarkan sebagai wanita modern dengan sikap dan kearifan Dewi Sinta. Di lain sisi,  Mbah Tejo menggambarkan Sinta sebagai tokoh asli pewayangan yang diasuh oleh Raja.

Namun,  inti dari tokoh sinta adalah sebuah harapan,  mimpi,  cinta dan kenangan. Pengarang seakan ingin melukiskan bahwa Rahwana (manusia)  memiliki kecenderungan tertentu dalam hidup.  Sinta terkadang ia gambarkan sebagai harapan, terkadang sebagai cinta dan cita yang harus dikejar. Dalam kehidupan sesorang selalu dihadapkan berbagai pilihan, nafsu dengan segala dimensinya memiliki peran untuk mendorong seseorang melakukan pilihan. Ada berbagai pilihan yang berkemungkinan kirang baik,  ada yang sangat baik. Masing-masing dimensi seperti muthmainnah, lawwamah,  amarah memerankan tugasnya secara baik. Manusia diberikan kekuasaan untuk menentukan pilihannya sendiri. Buku sastra ini memiliki pesan yang mendalam.  Mbah tejo menghadirkan rahwana sebagai tokoh yang aku. Tokoh yang menyamar dalam diri pembaca sebagai pembaca.  Karena seringkali mbah tejo mengakukan pembaca dengan sifat buruk dan baik manusia.  Semoga resensi ini membantu pembaca Rahvayana mendapatkan pesan dibalik teks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Pemesanan Suvenir

Pemesanan Suvenir

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *