Jumat, 31 Januari 2020

Resensi Buku Tangkasi Mini dan Baju Raksasa, QS Emmus

Belajar Kebaikan Dari si Ola


Judul buku: Tangkasi Mini dan Baju Raksasa
Penerbit: Mizan
Seri Dongeng Dunia Binatang Nusantara
Penulis: QS Emmus
Ilustrator: Mantox Studio
Tebal: 45 hal  (termasuk referensi dan catatan lain)
Tahun terbit: 2018
Genre: Buku cerita anak
Peresensi: Nana Ernawati 

Buku cerita anak tidak hanya harus menghibur, tapi juga harus memberi pembelajaran tentang budi pekerti bagi anak-anak. Sehingga, untuk menulis buku anak, si penulis harus mempelajari pengetahuan seputar dunia anak. Termasuk zoologi, karena banyak cerita atau dongeng anak mengambil tokoh binatang untuk memperkenalkan binatang tersebut kepada para pembaca. Salah satu contohnya adalah buku ini:  Tangkasi Mini dan Baju Raksasa

Bagi anak-anak Indonesia, mereka tidak pernah mendengar nama tokoh binatang: tangkasi. Mereka lebih mengenal Elmo, Bambi, Koala dst yang ketiganya adalah tokoh-tokoh kartun dari luar negeri. Lalu apa yang asli Indonesia?

Penulis buku anak QS Emmus memilih tangkasi, seekor tikus jongkok asli Sulawesi Selatan yang ukurannya hanya sebesar dua jari tangan orang dewasa. Saat ini, karena penebangan pohon yang membabi buta maka tangkasi terancam punah. Itulah sebabnya tangkasi dijadikan tokoh dalam cerita ini. Si tangkasi diberi nama: OLA. Ceritanya memang menarik untuk anak-anak usia 4-7 tahun.

Ola tidak pernah pergi jauh dari pohon tempat ia tinggal. Maka ketika suatu hari ia menjelajah hutan, tiba-tiba ada benda melayang besar jatuh. Ola sangat kaget dan takut. Ola menamainya awan jatuh karena ukurannya sangat besar. Sahabat Ola si kera hitam dan burung Maleo memberitahu bahwa itu bukan awan, tapi baju raksasa.

Karena Ola anak yang baik, maka dia berusaha mencari pemilik baju itu. Ia menyeret baju raksasa itu dengan ekor panjangnya yang kuat dan bertanya pada seluruh penghuni hutan apakah baju itu miliknya. Ia bertanya pada kura-kura, kelinci, dan lainnya, tapi baju itu bukan milik mereka.

Ketika bertemu burung Enggang, si burung Enggang malah menitipkan kalung untuk dicarikan pemiliknya juga. Semakin jauh Ola melangkah semakin banyak binatang yang ia temui. Semuanya menitipkan barang untuk dicarikan pemiliknya. Akhirnya, baju raksasa itu menggelembung penuh berisi macam-macam barang, ada gitar, ada bola, jam, topi, dan banyak lagi. Ola menjadi sangat keberatan menyeret-nyeret bawaannya. 

Tapi Ola memang tangkasi yang baik hati. Ia ingin menemukan pemilik benda-benda itu dan mengembalikannya. Karena lelah Ola tidak memperhatikan jalan, akhirnya ia tersandung akar pohon dan semua barang titipan itu keluar berhamburan dari baju raksasa. Ola merasa sedih tapi tetap memunguti barang itu satu persatu. Saat ia melakukan semua itu, ada sepasang mata bulat besar yang mengamatinya dari kejauhan tanpa diketahui Ola.

Oouuww.... tiba-tiba Ola memekik merasa kakinya tidak menapak tanah. Ia terbang entah kenapa. Ada sesuatu yang mengangkatnya. Ia tergantung tinggi sekali, sampai ia bisa melihat mata yang mengawasinya tadi. Oow..  Ia si raksasa. Ola bertanya apakah baju yang ia bawa itu miliknya? Ternyata benar.  Raksasa langsung memakai bajunya yang hilang. Tapi mengapa si raksasa mengambil semua barang titipan lainnya juga? 

Apakah ini semua milikmu? Tanya Ola pada raksasa. Tentu saja bukan, aku akan menolongmu mencarikan pemiliknya. Kata raksasa. Akhirnya si raksasa menggendong Ola untuk mencari pemilik barang-barang titipan yang banyak itu. Pekerjaan menjadi mudah karena raksasa bisa melihat lebih jauh. Ola dan raksasa serta pemilik barang-barang itu berbahagia bersama-sama karena saling menolong. Ola menjadi terkenal di hutan sebagai Si Pengantar Benda Temuan.

Sebuah kisah sederhana yang berisi pesan kebaikan bagi anak-anak untuk selalu menolong dan memiliki banyak teman serta bersikap jujur akan barang yang bukan miliknya. Buku dengan ilustrasi menarik ini pantas menjadi hadiah di akhir pekan sebagai pengganti gadget untuk anak- anak yang belum waktunya memakai barang yang membuat kecanduan itu. Selamat mendongeng untuk anak-anak tercinta di rumah.

1 komentar:

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *