Minggu, 07 Juni 2020

Resensi Buku Happy Women, Maria Fenny

Judul Buku: Happy Women
Penulis: Maria Fenny
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2020
Genre: Motivasi
Jumlah halaman: 153
Pereview: Mustamimul Rofiqoh

Kesan pertama membaca buku ini, saya seperti sedang disuguhkan buku materi saat kuliah. Menggunakan bahasa yang kaku dan membosankan. Namun karena saya memang membutuhkan buku ini, mau tidak mau saya harus terus membacanya. Makin lama membaca, saya semakin penasaran untuk meyelesaikan buku ini karena buku ini dibuat begitu spesial untuk para wanita. Meski demikian pria juga perlu membacanya, karena merupakan bagian dari kehidupan wanita.

Maria Fenny adalah seorang konselor dan terapis untuk anak, remaja, dan dewasa. Dengan pengalamannya, perempuan kelahiran Bandung ini mampu menyuguhkan buku panduan untuk mencapai kebahagiaan secara permanen dengan sederhana. Menurut buku ini, merasa bahagia adalah merasa hidup sudah berkecukupan sesuai dengan porsinya. Namun, di era modern ini justru wanita dituntut untuk serba bisa dalam segala hal. Sebagai seorang wanita seutuhnya, sebagai seorang ibu, sebagai seorang istri, sebagai seorang menantu, dan juga sebagai seorang anak. Sungguh banyak sekali tugas dan tanggung jawab seorang wanita itu.

Itulah kenapa sebuah kebahagiaan menjadi keharusan bagi setiap wanita. Karena kebahagiaan yang berasal dari dalam diri akan memancarkan aura kebahagiaan untuk sekitarnya. Namun, dewasa ini banyak sekali perempuan terjebak pada persepsi yang keliru tentang hakikat kebahagiaan. Misalnya, wanita cantik pasti hidupnya akan bahagia, wanita karir pasti akan bahagia, atau wanita yang pandai akan lebih bahagia. Kebahagiaan seperti ini dipersepsikan dengan kenikmatan fisik, kenikmatan panca indra, atau kesenangan semata. Kebahagiaan sejati bersumber dari dalam diri seseorang, apapun itu bentuknya.

Dalam buku disebutkan bahwa jalur cepat menuju kebahagiaan adalah dengan melakukan kegiatan yang dapat membahagiakan orang lain, misal kegiatan sosial atau kegiatan yang bersifat sukarela. Di zaman serba canggih ini, kehidupan cenderung menjadi individualis karena kemudahan akses teknologi dan komunikasi. Namun alangkah baiknya jika kita tetap dapat berbagi kebaikan dengan tulus kepada orang lain, sekecil apapun. Kita sendirilah yang dapat menciptakan kebahagiaan, bukan orang lain.

Kelebihan buku ini ada pada penemuan makna bahagia dari perjalanan hidup penulisnya sendiri. Secara sederhana namun sarat makna, penulis menggambarkan dari pengalaman hidup yang pahit, kemudian dengan penerimaan yang tulus tetap bertahan dan berdamai dengan keadaan, hingga ahirnya menemukan kebahagiaan yang sejati. Juga disertai dengan pengalaman dengan bertemu dengan banyak orang dengan segala permasalahan hidupnya.

Saya sangat menikmati buku ini, lembar demi lembar saya baca dengan penuh perhatian. Permasalahan yang menjadi penghalang kebahagiaan wanita, di paparkan secara jelas dan disertai dengan solusi yang tidak menghakimi. Inilah yang menjadikan buku ini sangat layak untuk dibaca. Nilai 8 dari 10 untuk buku ini. 

Salam bahagia selalu.

Banyumas, 7 Juni 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *