Minggu, 19 Juli 2020

Ketika Puisi Pergi



Oleh: Ihdina Sabili

Mungkin aku belum bersua dengan kau
Mungkin aku belum berbincang denganmu
Namun puisimu mengalir tulus
Menyusuri batin pembulu darahku

Untaian diksi dalam baitmu menyihir
Menggenggam erat gejolak napasku
Pada puisimu aku jatuh cinta 
Dengan cintamu aku berlatih
berpuisi dari lubuk hati
Terseok dan tertatih
Mengagumi dan menghapal lirikmu
Aku tenggelam dalam sendu

Kini kau telah pergi dengan damai
Namun sebagaimana kau ungkap
Yang fana hanyalah waktu
Bergulir berputar menjemputmu
Sedang cinta dalam puisimu
Abadi

Selamat jalan, Eyang Sapardi
Beristirahatlah, puisi
Napasmu terpatri dalam sanubari

19-07-2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *