Selasa, 11 Agustus 2020

Resensi Buku Nalar Kritis Muslimah, Nur Rofiah

Judul buku: Nalar Kritis Muslimah 
(Refleksi atas Keperempuanan, Kemanusiaan, dan Keislaman)
Penulis: Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm
Penerbit: Afkaruna
Tahun terbit: 2020
Jumlah halaman: 223
Genre: Nonfiksi, Literatur Islam
Peresensi: Uswah


“Manusia mengalami kelahiran berkali-kali. Pertama, kelahiran biologis, yakni saat ia dilahirkan. Kedua, kelahiran sosial, saat mulai menyadari keberadaan orang lain. Ketiga, kelahiran intelektual, saat mulai menyadari keberadaan akal. Keempat, kelahiran spiritual, saat mulai menyadari keberadaan Tuhan.”

Nalar Kritis Muslimah merupakan buku  yang ditulis oleh Doktor Nur Rofiah, seorang perempuan ulama yang aktif menyuarakan tentang keadilan gender Islam di berbagai forum baik tingkat nasional maupun internasional. Penulis adalah dosen tafsir di UIN Syarif Hidayatullah dan dosen pasca sarjana di PTIQ Jakarta. 

Buku yang diterbitkan oleh Afkaruna ini terdiri dari 4 bab; Agama untuk Perempuan, Memahami yang Transenden, Kemanusiaan Sebelum Keberagaman, dan Serpihan Renungan.

Pada bab pertama, penulis mengenalkan isu-isu perempuan terkait 5 pengalaman biologis yakni menstruasi, hamil, melahirkan, nifas, dan menyusui yang membuat perempuan kerap mengalami 5 pengalaman sosial yang negatif yakni stigmatisasi, marginalisasi, subordinasi, kekerasan, dan beban ganda. Padahal menurut penulis, Islam mengajarkan: Pertama, perempuan adalah manusia. Kedua, setiap manusia hanyalah hamba Allah Swt. Ketiga, setiap manusia adalah khalifah fil ardh yang punya mandat mewujudkan kemaslahatan seluasnya di muka bumi. Inilah yang menjadi titik fokus penulis dalam menjelaskan pentingnya muslimah memiliki nalar kritis atas keperempuanan, kemanusiaan, dan keislaman. 

Pada bab kedua dan ketiga, penulis ingin menggeser perspektif “perempuan adalah makhluk nomor kesekian setelah laki-laki” menjadi “perempuan adalah setara dengan laki-laki.” Selama ini hak-hak perempuan terenggut disebabkan budaya yang menganggap bahwa manusia hanyalah lelaki, atau setingkat lagi bahwa perempuan juga manusia namun laki-lakilah yang menjadi standar kemanusiaan mereka. Buku ini hadir untuk memberikan pencerahan bahwa perempuan adalah manusia seutuhnya sebagaimana laki-laki. Sehingga tidak akan ada lagi yang menganggap bahwa perempuan bisa diperlakukan secara tidak manusiawi. 

Menariknya, penulis menyadarkan kita bahwa al-Qur’an dan Hadis yang menjadi rujukan sumber hukum Islam  merupakan petunjuk terdahsyat dalam membela hak-hak perempuan, alih-alih menggugat otoritas al-Qur’an. 

Bayangkan saja, pada abad ketujuh Masehi al-Qur’an sudah mengajak ummatnya untuk membatasi jumlah istri hingga empat dengan syarat adil, kemudian menganjurkan pernikahan monogami. Waris yang lebih banyak diperoleh laki-laki justru menjelaskan bahwa setelah datangnya Islam perempuan juga berhak mendapatkan waris, perempuan tidak lagi boleh diwariskan karena perempuan bukan barang properti. Dulu perempuan tidak diakui sumpahnya, setelah hadirnya Islam, perempuan juga bisa menjadi saksi. Tiga hal ini saja sudah menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kesadaran kemanusiaan perempuan. 

Tafsir yang dipaparkan penulis dalam beberapa pembahasan mampu membuka wawasan kita yang lama terkungkung oleh tafsiran-tafsiran yang masih maskulin, patriarkis dan misoginis. Penulis juga menyajikan tafsir dengan konsep Qiroah Mubadalah (perspektif kesalingan) yang digagas oleh Kiai Faqih Abdul Kodir. Tafsiran-tafsiran maskulin, patriarkis, misoginis inipun masih banyak diajarkan di beberapa pesantren. Saya rasa buku ini juga wajib dimiliki para guru dan pengasuh pesantren untuk pemantik dalam mendalami lebih jauh literasi kitab klasik dengan perspektif kesalingan sebagai salah satu alternatif metode tafsir yang berimbang dalam memahami perempuan sebagai manusia seutuhnya. Penulis mengatakan bahwa tidak ada ayat misoginis dalam al-Qur’an, al-Qur’an adalah mutlak kebenarannya. Yang membuat berbeda adalah tafsiran masing-masing individu dalam memahami al-Qur’an. 

Bab keempat dalam buku ini semacam refleksi pemikiran penulis dari tahun ke tahun yang dituliskan perjudul dengan tema yang beragam melalui perspektif “aku”, beberapa pengalaman penulis yang dituangkan dalam sesi diary Nalar Kritis Muslimah membuat saya sebagai pembacanya turut gerimis dan larut dalam kehidupan penulis. Penulis merupakan sosok yang sangat menginspirasi dengan jihadnya mengadakan ngaji KGI (Keadilam Gender Islam) di berbagai forum baik secara langsung (seminar) ataupun daring. Hebatnya, tanpa dipungut biaya. 

Ada catatan penting dari penulis pada bab 4 yang perlu saya simpan, tentang tips memondokkan anak;

“Salah satu pertimbangan memilih pesantren untuk anak adalah pesantren yang dimiliki dan langsung diasuh oleh Kiai atau Bu Nyainya” 

Buku ini sangat mudah difahami oleh orang awam sekalipun karena bahasanya tidak ndakik-ndakik, begitu rapi dan sederhana. Selaras dengan semangat penulis dalam berdakwah membumikan pesan keadilan dalam al-Qur’an. 

Faktor lain yang membuat buku ini bisa dikonsumsi siapapun tanpa harus “memukau nalar atau mengguncang iman” adalah tidak banyak bertebaran ayat, hadis dan literasi Arab lainnya.

Ada beberapa pengulangan pembahasan seperti; 5 pengalaman secara biologis atau sosial perempuan, pembahasan tentang tingkatan bahasa di beberapa daerah tertentu, juga pembahasan tentang fungsi manusia sebagai khalifah fil ardh. Namun pengulangan pembahasan dalam beberapa tema yang berbeda sangat diperlukan untuk pendalaman kajian tentang eksistensi perempuan dalam Islam.

Semoga semakin banyak lagi pemikiran-pemikiran cemerlang dari Doktor Nur Rofiah yang dibukukan sehingga menambah khazanah literasi Islam di Indonesia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *