Minggu, 31 Januari 2021

Resensi Buku Kisah Ulama Pendiri Bangsa, Nabila Munsyarihah

Warisan Nilai Sejarah untuk Bangsa



Judul: Kisah Ulama Pendiri Bangsa
Penulis: Nabila Munsyarihah
Tahun: 2020
Tebal: 80 halaman
Genre: Literasi anak, sejarah
Penerbit: Penerbit Semesta Kreatif Alala

Awalnya, saat mendengar Kisah Ulama Pendiri Bangsa sama sekali tak terduga jika isinya adalah sejarah kelahiran sebuah organisasi besar dan kuat, tiada lain Nahdlatul Ulama. Namun karena sejak awal sudah dikampanyekan sebagai kisah nyata perjalanan perjuangan para Ulama penggagas lahirnya Nahdlatul Ulama, muncullah sebentuk kekaguman, betapa elok Ning Nabila, sang penulis, memilih kosa kata “Pendiri Bangsa” untuk buku yang cukup tebal bagi ukuran anak usia remaja ini. Jika buku genre sejarah harus tertulis secara gamblang dengan judul Sejarah (blablabla)…, tentu membuat kebanyakan calon pembaca lari duluan.

Kesan pertama setelah membaca buku KUPB adalah sekilas muncul bayangan-bayangan isi buku mata pelajaran ke-NU-an di bangku SD dulu. Secara garis besar buku ini berisi rangkaian kronologi perjalanan Kiai Hasyim Asy’ari semenjak lahir hingga akhirnya mendirikan NU. Potongan-potongan peristiwa dalam setiap kurunnya begitu lengkap, detail dituliskan, membuat para pembaca yang cukup awam berkali-kali menganga. “Oooh ternyata gitu….” Membaca kisah sejarah memang berbeda dengan karya fiksi. Di dalamnya ada wawasan yang sangat penting diketahui masyarakat sebagai nilai yang diwariskan.

Sebagai buku yang mengusung tema besar sejarah, buku ini relatif ringan dikonsumsi, terutama oleh orang dewasa. Mengingat sejak awal sengaja dibuat dengan segmentasi anak-anak. Sedangkan rentang usia anak-anak juga cukup beragam. Mulai dari toddler, batita, balita, usia SD, remaja mula hingga remaja belia. Dan masing-masing dari tahapan itu tentu memiliki perbedaan cukup signifikan dalam kemampuan membaca dan memahami. Ditambah dengan lingkungan sekitar yang mempengaruhi. Ini akan menjadi semakin menarik diperbincangkan jika dikaitkan dengan teori parenting.

Kisah Ulama Pendiri Bangsa merupakan intisari dari sejarah panjang di balik lahirnya sebuah organisasi besar yang kini telah bertaraf internasional. Melihat dari barisan sumber bacaan yang menjadi referensi, rasanya intelektualitas seorang Ning Nabilah sendiri tentu sudah merupakan sebuah kekayaan tak ternilai. Kronologi yang diurutkan dalam masing-masing bab membuat logika kisah sejarahnya dapat runtut dipahami. Narasi ceritanya juga begitu detail mengurai kisah demi kisah dalam kurun waktu yang dikhususkan. Meskipun begitu, konteks kejadian dan karakter tokoh di tiap bab juga begitu hidup sehingga membuat peristiwa demi peristiwa di tiap babnya masih tetap bersambung. 

Melalui buku ini kita akan dibuat terkagum-kagum dengan kehidupan Kiai Hasyim Asy’ari, baik secara personal, sosial, atau pun spiritual. Setelah dikisahkan tentang kegagahan Pangeran Diponegoro dalam menjadi panglima perang pada awal bab, Kita juga akan dibuat terharu biru dengan ketakdziman Kiai Wahab dan Kiai Bisri kepada Sang Guru. Betapa tak ada artinya kita, tanpa adanya mereka, para guru kita, para ulama kita, para pendiri bangsa.

Pada akhirnya, membaca KUPB memberikan nilai berharga tentang pentingnya sebuah perjuangan. Sejak dari perjuangan menuntut ilmu, taat pada guru, melawan para penjajah, meraih persatuan dan kesatuan bangsa, mencintai tanah air yang semua itu termaktub dalam ideologi besar Nahdlatul Ulama. Semoga melalui buku ini, kita para pembaca dapat mengambil ibrah dari perjalanan Para Ulama Pendiri Bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *