Rabu, 10 Februari 2021

Resensi Buku A Little Princess, Putri Raja Cilik, Frances Hodgson Burnett

 


Judul buku: A Little Princess, Putri Raja Cilik

Penulis: Frances Hodgson Burnett

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: 2020 (cetakan keempat)

Jumlah halaman: 312

Genre: Fiksi

Peresensi: Almas Mustofa



Sara Crewe masih berusia tujuh tahun ketika dibawa ayahnya, Kapten Crewe, dari India menuju ke London. Dia menjadi murid di salah satu sekolah bergengsi yang dipimpin oleh seorang wanita ambisius bernama Miss Minchin. 


Sara adalah anak tunggal dari keluarga kaya raya. Dia mendapatkan kamar khusus dan juga seorang pelayan pribadi untuk mengurus semua keperluannya selama bersekolah di London. Tak hanya berlimpah harta, Sara juga anak yang cerdas dan sopan. Karena keistimewaannya itulah, Miss Minchin menganggapnya sebagai murid pajangan.


Sara yang suka mengkhayal dan pandai bercerita, menjadi idola bagi sebagian murid. Namun sebagian murid yang lain membencinya karena iri dengan apa yang dia punya. 


Tahun demi tahun berlalu. Hidupnya bisa dikatakan berjalan dengan nyaris sempurna. Namun, semua berubah tepat saat dia berulang tahun yang kesebelas. Pesta ulang tahunnya belum juga usai, saat kabar kematian ayahnya diterima oleh Miss Minchin. Kapten Crewe meninggal dunia tanpa meninggalkan warisan apapun untuk Sara.


Sejak saat itu, hidup Sarah berubah total. Dia yang semula menempati kamar khusus, dipindah ke kamar kecil di bawah atap. Semua barangnya disita dan dia dijadikan pelayan. Dia juga tidak diperbolehkan berkumpul dengan murid-murid yang lain. 


Berbagai macam penderitaan yang dialaminya tak membuat Sara menyerah. Dia tetap tegar menghadapi orang-orang yang memperlakukannya dengan sangat tidak manusiawi. Kekuatannya berasal dari imajinasinya. Dia membayangkan bahwa dirinya adalah seorang Putri Raja. Apapun yang terjadi, Putri Raja tidak akan pernah mengeluh. 


Keajaiban mulai datang menghampiri saat rumah di sebelah sekolah Sara ditempati oleh penghuni baru. Sara menyebutnya ‘Seorang Bapak dari India’.-


Suatu hari Sara bertemu dengan pembantu rumah sebelah saat sedang bermain-main di jendela atap. Sejak pertemuan itu, hidup Sara yang sengsara perlahan-lahan mulai berubah. Kejutan demi kejutan diterima Sara. Dan puncaknya, suatu kejadian mempertemukannya dengan ‘Seorang Bapak dari India”. 


Seorang Bapak dari India itu bernama Mr. Carrisford dan dia ternyata kawan dari Kapten Crewe. Dialah yang mengajak Kapten Crewe untuk menanamkan semua hartanya di suatu bisnis tambang berlian. Sempat ada masalah yang mengakibatkan semua harta mereka hilang. Hal ini yang menyebabkan Kapten Crewe jatuh sakit lalu meninggal. 

Di kemudian hari, masalah tersebut ternyata bisa diselesaikan dan harta mereka bisa kembali lagi. Mr. Carrisford merasa berdosa dan bertekad mencari keberadaan anak kawannya untuk menyerahkan kembali hartanya. 


Sungguh tak disangka, anak yang dicari-carinya selama dua tahun ternyata hidup di sebelah rumahnya. Mr. Carrisford tidak mengijinkan Sara kembali ke asrama. Dia menjadi wali untuk Sara dan mewariskan semua hartanya untuk anak perempuan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *