Home Ads

Senin, 12 April 2021

Resensi Buku Catatan dari Tarim, Ismael Amin Kholil



JudulCatatan dari Tarim
Penulis: Ismael Amin Kholil
PenerbitNajhati Pena
Tebal: 253 halaman
PeresensiIhdina Sabili

 

Catatan dari TarimJembatan Rindu


Sepanjang perjalanan membaca buku Catatan dari Tarimtak hentinya mata terbelalak kagum, dada bergetar hebat, dan hati berdesirNamun, tidak berhenti di sana, (semoga) juga menambah tingkat keimanan dan ketakwaan saya sebagai pembacaMelalui buku inikita diajak menelusuri bagaimana kehidupan para habaib di kota penuh keramatTarim.  Gedung-gedung dan jalan setapak digambarkan dengan begitu detail. Kisah demi kisah terurai tentang guru besar beserta putramenantu, dan keluarga besarhingga murid, dan murid dari muridnyaSemua tergambar begitu jelas dan nyata melalui kalimat-kalimat indah Lora Ismail.


Buku dengan tebal 253 halaman ini berisikan intisari penting tentang jalan hidup keturunan Rasulullah yang sangat patut kita teladani. Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dengan wibawa dan pesonanya yang begitu kuat mampu menyihir para santrimasyarakat bahkan para pemberontakSemua tunduk dalam rasa hormat dan cinta pada kepribadian beliauPun dengan kisah Habib Ali bin Abdurrahman Al-Jufri dengan pilihan jalan dakwahnya yang berbeda dari kehidupan ayahnya dalam dunia politik pemerintahan.


Jika waktu lalu saya sempat mengidolakan kota Tarim sebagai kota tujuan menuntut ilmumaka buku ini menjadi obat penghubung yang mampu mewakili rindu yang begitu menggebuSaya, meski sampai detik ini belum menapakkan kaki di Tarimberada di garda terdepan yang mengamini Lora Ismail dalam artikel kedua yang berbunyiCatatan dari Tarim: Kota ini salah satu anugerah Allah Terindah dalam HidupkuApalagi Lora Ismail yang sudah mereguk lezatnya ilmu secara langsung kepada para Maha Guru Mulia di sana selama bertahun-tahun.


Awalnya, saya sempat mengira buku ini lebih cocok jika diberi judul yang lebih spesifik tentang Habib Umar, tetapi setelah lewat separuh isinya, Lora Ismail menyajikan pula cerita-cerita indah mengenai para zuriah Nabi Muhammad yang lain. Di antaranya guru Habib Umar, yakni Habib Salim Assyathiri sang pemimpin para Ulama abad ini, Habib Ali Al-Jufrisahabat, murid sekaligus besan Habib Umar sang ulama penuh keikhlasan. Habib Muhammad bin Salim, ayahanda Habib Umar yang gigih berdakwah meski dibanjiri serangan dari para pemberontak hingga merenggut nyawa beliau. Habib Ali Al-Masyhur sang kakak Habib Umar yang senantiasa istikamah memimpin dan menggerakkan semua kegiatan keagamaan di kota Tarim. Habib Abdullah bin Shihab dengan karamah dalam “melihat” para murid dan tamunya saat sowan ke beliau.


Sebagai pembaca yang masih jauh dari kota Tarimjauh dari kehidupan para habaibhanya bisa menengadahkan tangan sambil memohon sedalam-dalamnyaSemoga dengan perantara membaca cerita demi cerita indah tentang kehidupan para kekasih ini dapat meningkatkan kecintaan sayajuga semua pembacakepada Rasulullah dan ahlulbait. Begitu pentingnya kisah-kisah ini dilestarikan dan terus digaungkan dalam majelis ilmudan dalam kisah pengantar tidur pada anak cucu. Demi generasi yang mencintaRasulullah dan zuriahnya.


Kalau boleh menyebut, isi buku ini daging” semua. Setiap tulisan diletakkan dengan apik dan runut. Tata letak buku ini juga begitu mendukung isinya yang indahKeterangan gambar di masing-masing tulisan juga mampu mengobati rindu dan rasa ingin tahu tentang sosok yang diagungkandicintai, dan dimuliakanNamun, ada beberapa catatan kecil dalam teknis penulisan bukuterutama pada bagian penyuntinganSepertinya buku ini masih memerlukan peninjauan ulang mengenai ketepatan penulisanbaik mengenai sesuai ejaan bahasa Indonesia, juga dalam efektivitas kalimatMeski begitu, hal ini tidak mengurangi betapa pentingnya buku semacam ini disebarluaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *