Review HYPNO-BIRTHING Hadiah Cinta dari Langit, Märzyda Amalyah


Judul Buku : HYPNO-BIRTHING Hadiah Cinta Dari Langit
Biografi Lanny Koeswandi Pendiri Hypno-Birthing Indonesia
Penulis : Märzyda Amalyah
Penerbit dan Tahun Terbit : PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2014
Genre : Biografi, Non-Fiksi
Jumlah Halaman : 164 halaman
Nama Pe-review : Okta

Saya mendapatkan buku ini sebagai hadiah dari salah satu tim editor Tabularasa Aksara Kreatif, yaitu mba Esthi Nimita. Senior seprofesi yang baru sekali ketemu, tapi kemudian menghadiahkan buku ini karena salah satu topik obrolan, yaitu saya sudah 5 tahun menikah tapi belum dapat rejeki anak. Satu hal yang saya ingat sebelum memberi bukunya beliau memberikan kata pengantar, lupa tepatnya tapi kira-kira begini : "belajarlah mendengar tubuhmu lebih cermat, buku ini bisa membantu".

Buku ini menceritakan perjalanan ibu Lanny Kuswandi (ig : @lannykuswandi) sebagai pendiri hypno-birthing Indonesia. Hypno-birthing sendiri (yang ternyata sudah menjadi sebuah merk paten oleh Marie F. mongan) adalah terapi hipnosis khusus untuk melancarkan persalinan. Sosok ibu Lanny Kuswandi diceritakan mulai dari situasi keluarga yang melatarbelakangi mengapa mengambil sekolah kebidanan, pengalaman saat menjadi bidan (*yg mengagumkan adalah kisah penyadaran pertama bahwa tubuh tercipta untuk melahirkan tanpa sakit mengejan melalui pengalamannya saat menjaga pasien koma tetapi bisa melahirkan secara normal), pernikahan, pertemuan-pertemuan dengan pihak-pihak yang bergerak di metode yang sama, pergolakan batinnya saat merasa goyah karena masih banyak opini negatif terhadap istilah 'hipnosis' dan tentu saja ada pendapat rekan-rekan sejawat yang mengenal ibu Lanny. 

Ada nama yang familiar, yaitu Yesie Aprilia. Saya malah mengenal gentle birth dari beliau yang dikenal dengan Bidan Kita (baik via facebook, twitter, website maupun instagram). Namun, dari buku ini saya lebih mengenal dan mengetahui latar belakang munculnya gentle birth dan para pakarnya. Bahkan ada doula (pendamping kelahiran) yang saya lebih mengenalnya malah dari akun @parentalk.id juga diceritakan sekilas di buku ini. Jadi agak lebih kebayang gitu antara buku dan mengikuti akun ibu Lanny beserta para bidan, doula maupun para ortu yang telah menggunakan jasa mereka. Bahkan Kate Middleton juga mengaplikasikannya pertama kali di lingkungan kerajaan yang konsrvatif saat mempersiapkan kelahiran Pangeran George. Nama lain juga ada Reza Gunawan dan Dee Lestari.

Di buku ini diberikan juga kalimat afirmasi dan sugesti untuk ibu semasa hamil, pembahasan yg berulang dan serius adalah bahwa sebaiknya kelahiran tidak dijadikan industri dan sekedar angka karena bahkan adanya koruptor maupun pelaku kejahatan lain adalah dampak dari pendidikan pralahir (ada penelitiannya juga). Serem ya, segitunya pengaruhnya pendidikan sejak dalam rahim. Tidak hanya kesejahteraan bayi yang dipusatkan melainkan kesejahteraan jiwa dan batin ibu yang berkontribusi langsung kepada kesejahteraan bayi menjadi pendekatan holistik terhadap proses kehamilan sampai kelahiran. Juga membuat memiliki gambaran mengenai fungsi seorang bidan dalam ranah persalinan, bagaimana generasi yang lebih baik itu dimulai dari bidan dan ibu. 

Membaca buku ini tidak bisa sekali baca langsung selesai (bagi saya) karena perlu mencari referensi dan penjelasan beberapa istilah ke ranah yang lain di luar buku, tentu saja dengan bantuan google dan instagram. Hal tersebut mempermudah memahami isi buku ini. Ada aura ketenangan yang diberikan dan seakan-akan ada alur yang membuat tenang saat membaca, karena membayangkan yoga dan relaksasi juga mungkin ya. Bahkan saat membaca pendapat Achmad Chodjim mengenai tradisi nusantara selama kehamilan, mulai dari berbagai macam selamatan sampai unsur nilai budaya dalam pendidikan membuat saya ikut merasa bangga dengan kearifan lokal dibandingkan pesta yang sedang "in" juga saat ini, yaitu copy-paste acara "baby shower" yg cenderung hingar-bingar.

Jadi, apakah saya terbantu dengan membaca buku ini? Ya. Karena buku ini baik dibaca untuk mereka yang sedang mempersiapkan kehamilan, tidak hanya untuk istri melainkan suami dan support sistemnya (keluarga terdekat), menerima/membesarkan anak yang bukan dari rahim sendiri dan bahkan bagi mereka yang sudah memiliki anak yang mungkin masih perlu memaafkan dan menerima diri agar hubungan dengan suami serta anak menjadi lebih baik (atau sebaliknya kalau pihak suami yang membaca juga sama baiknya).

"Untuk membantu lahirnya bayi-bayi yang bahagia.....Terlepas dari pilihan ibu untuk melahirkan anaknya dengan posisi berdiri, duduk, di air atau tempat tidur bersalin, semua ibu memiliki hak untuk mendapatkan layanan terbaik dan cara yang paling membuatnya nyaman - Lanny Kuswandi"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar