Home Ads

Sabtu, 05 Mei 2018

Review Antologi rasa, Ika Natasha

Judul Buku: Antologi rasa
Pengarang: Ika Natasha
Penerbit: Gramedia pustaka utama
Tahun terbit: 2011
Genre: Metropop, Fiksi
Jumlah halaman: 338
Nama pe-review: Farah

Membaca buku sama dengan menonton film. Ada macam2 rasa yang bisa di dapat tergantung pada masing2 genre nya. Semenjak menjadi ibu, saya masih suka membaca. Tapi membaca buku2 ringan dengan genre drama yang bisa bikin jantung deg2an, atau bikin senyum2 sendiri. Kesibukan menjadi ibu, perubahan emosi setiap hari, dan kebutuhan di gombalin yg sudah jarang didapat rasanya membuat keadaan saya begitu tidak memungkinkan lagi untuk membaca novel yg halamannya ratusan, bahasanya sastrawan, atau cerita dan tokoh yang berliku liku 😁

"Antologi rasa" adalah novel lama ika natassa yg baru sempat saya baca. Ceritanya ringan. Tentang cinta segi 4 antara harris, keara, ruly, dan denise. Di ceritakan bahwa ke 4 makhluk tuhan yang sudah di sebutkan tadi terjebak dalam hubungan mencintai-tidak dicintai. harris jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu keara di depan lift. Keara mencintai ruly setengah mati sampai tidak sadar ada cinta yg begitu dalam dari harris. Sedangkan ruly hanya mencintai satu perempuan, yakni Denise. Perempuan yg sudah menikah dan tidak bahagia dengan kehidupan pernikahannya.  Di buku ini, dengan berani ika natassa memerankan setiap tokoh dan bercerita dari sudut pandang mereka masing-masing. Sehingga membuat dinamika yg menarik, cerdas, dan humoris di sepanjang cerita. Tapi bagian dimana mereka terlalu sibuk mencintai sampai tidak menyadari ada orang di sampingnya yg begitu mencintainya, membuat hati cukup gregetan 😂

Singkatnya.. kisah mereka dibuka dengan sebuah perjalanan antara keara dan Harris dalam rangka melepas penat. Saat itu harris sudah jatuh cinta pada keara, dan Keara sedang menyesal kenapa Ruly - pria idamannya - membatalkan perjalanannya bersama mereka. Di singapur, sebuah tragedi terjadi. Harris yang memang sudah sangat cinta pada keara (entah sengaja atau tidak) meniduri Keara saat mabuk. Keara marah. Harris menyesal. Tapi tidak menghilangkan cintanya pada perempuan dengan karakter ala manusia urban yg bitchy itu 😁

Cerita berlanjut ketika mereka ahirnya kembali pulang ke jakarta dan menjalani kehidupan seperti biasanya. Kehidupan mencintai - tidak di cintai. Hingga ahirnya setelah sekian lama keara mencintai Ruly, Ruly menyadarinya. Dan berusaha menerima cintanya. 

Berapa bintang untuk buku ini? Saya beri 2 bintang 😀

Hal utama yang membuat saya memberi dua bintang saja untuk buku ini sama persis dengan alasan kenapa saya tidak begitu menyukai genre metropop. Penggambaran kehidupan orang-orang ekonomi tingkat atas yang glamor, full of parties, pergaulan bebas, and somehow lack of purpose. Belum lagi karakter-karakternya yang cenderung self-centered dan plot yang terkesan selalu berkutat di hal yang sama.

Tapi untuk ibu-ibu yg tetep ingin membaca buku ringan di tengah-tengah kesibukannya, buku ini lumayan lah 😄

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *