Review Cerita Rakyat Nusantara 3 (Edisi Revisi), Edith Natasha, Windrati Hapsari dan Azisa Noor




Judul Buku : Cerita Rakyat Nusantara 3 (Edisi Revisi)

Editor : Edith Natasha dan Windrati Hapsari
Ilustrator : Azisa Noor
Penerbit dan Tahun Terbit : Penerbit Erlangga, 2017 (Erlangga for Kids)
Genre : Fiksi Anak
Jumlah Halaman : 77 halaman
Nama Pe-review : Okta
Review buku :

Buku ini terdiri dari 6 cerita rakyat, yaitu : Si Loreng dari Jawa Barat ; Asal Mula Reog Ponorogo dari Jawa Timur ; Sepasang Lampak yang Tidak Pernah Puas dari Nusa Tenggara Barat ; Si Leungli dari Jawa Barat ; Putri Ayu dan Katak Buruk Rupa dari Bali ; serta yang terakhir adalah Putri Kerbau dari Bima. Per ceritanya terdiri dari sekitar 9-11 halaman. Di setiap akhir cerita ada pesan moral mengenai hal apa yang bisa didapatkan dari cerita tersebut. 

Meskipun keenam cerita ini merupakan cerita yang sudah biasa diperdengarkan, tetapi bagi saya tetap ada hal yang menarik. Misalnya cerita Si Leungli pada saat tulang belulang sang Ikan Mas menjadi pohon keemasan mengingatkan pada kisah Bawang Merah dan Bawang Putih. Atau cerita Putri Putu Ayu dan Katak Buruk Rupa yang mengingatkan pada kisah Princess and The Frog hanya saja tanpa adegan Putri Putu Ayu mencium Sang Katak untuk kembali menjadi seorang pangeran tampan dan gagah. 

Penulisan dan penggambaran kisahnya cocok untuk anak usia mulai 9 tahunan. Dikarenakan ilustrasi yang diberikan cenderung memberikan gambaran secara umum dan paragrafnya sudah lebih kompleks. Saya menyukai jenis kertasnya yang tebal (seperti kertas foto/film), tidak mudah kusut, dan tahan air.

Buku ini layak dikoleksi untuk menceritakan kepada anak (dan juga orang dewasa yang belum pernah mendengar ceritanya) berbagai ciri atau latar belakang suatu budaya muncul di daerah Indonesia yang kaya dan luas ini. Buku yang saya review ini adalah buku ketiga, tetapi tetap dapat diikuti karena cerita yang terpisah tanpa perlu memiliki edisi yang pertama dan kedua terlebih dahulu. Namun demikian, setelah membaca buku ini, tentu saja seri lainnya sudah masuk ke daftar belanja untuk dilengkapi nanti.


"Kita tidak boleh bertindak licik dan curang dalam meraih keberhasilan. Cara untuk meraih keberhasilan adalah dengan berusaha, bekerja keras, serta tidak lupa berdoa - Asal Mula Reog Ponorogo"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar