Review Yang hilang dari kita AKHLAK, M. Quraish Shihab

Judul Buku: Yang hilang dari kita, AKHLAK
Pengarang: M. Quraish Shihab
Penerbit dan Tahun Terbit: PT. Lentera Hati, 2016
Jumlah Halaman: 303
Genre: Non Fiksi
Nama Pe-review: Dian Nur H

Tidak dipungkiri bahwa dewasa ini kita sedang menghadapi " krisis akhlak". Banyak yang beragama terutama islam, tapi minim secara akhlak. Mengaku yang paling islam tapi tidak bertata krama dalam keseharian, sehingga islam hanya dirasa sebagai syariat saja seperti melaksanakan ibadah sholat, puasa, dsb saja tapi tidak dirasakan dalam kehidupan sehari-hari seperti menghormati orangtua, mengasihi sesama, menjaga kebersihan lingkungan, menyantuni yang tidak mampu, dll. 

Indonesia sendiri menempati urutan ke 104 sebagai negara yang islami akhlaknya; menurut tolak ukur nilai-nilai islam dalam Alquran hadits (penelitian dilakukan oleh prof. Dr. Scheherazade S. Rehman dan Prof. Dr Hossein di George washinton pada tahun 2010). Urutan pertama justru ditempati oleh Selandia Baru yang notabene minoritas islamnya. Mengingat Indonesia adalah negara mayoritas islam, sangat miris memang. Tetapi kita harus mengakuinya. 

Benar bahwa akhlak dianggap sudah "hilang" dalam kehidupan kita. Kita dengan lantang menyeru diri islam dan merasa hebat dalam menjalankan syariat agama, tetapi pada kenyataannya masih banyak alas kaki atau barang berharga hilang di masjid dan tempat umum lain, masjid digunakan untuk kampanye politik praktis, kita masih saling melempar benci atas perbedaan pendapat, saling fitnah, abai dengan tata krama dalam pergaulan terutama penghormatan pada orangtua dan menyayangi yang muda. 

Saat membaca judul buku ini, saya kira di dalamnya profesor Quraish Shihab menulis tentang fenomena hilangnya akhlak di dalam kehidupan dan solusi-solusinya. Tetapi ternyata saya salah menduga. Buku ini adalah kumpulan dari ceramah-ceramah beliau sehingga bahasanya pun tampak sekali seperti bahasa lisan. Namun, buku ini cukup bisa menjadi "oase" bagaimana memberi tahu "apa itu akhlak dan bagaimana cara berakhlak yang baik" bagi khalayak yang masih awam dalam perbincangan mengenai perihal "akhlak" 

Di awal halaman, buku ini menerangkan mengenai pengertian akhlak yang diterangkan oleh Alqur'an dan para tokoh baik itu tokoh islam sendiri  seperti imam Al-ghazali dalam buku Ihya 'ulumiddin; bahkan tokoh-tokoh filsuf pada zaman sebelum masehi seperti filsuf Yunani_Socrates, Plato, Epikuros, dan sebagainya, filsuf Jerman_Immanuel Kant dan yang lainnya. Dan filsuf lain yang membuka cakrawala kita bahwa perbincangan dan harapan-harapan mengenai kebaikan dalam bersikap/akhlak sudah ada sejak zaman dahulu kala.

Kemudian Abi Quraish memberi arahan bagaimana akhlak itu terbentuk dengan bahasa yang sederhana namun mengena bagi orang awam sekalipun.Salah satunya, dengan meneladani betul-betul ajaran agama, meneladani sifat-sifat Allah, mengikuti tuntunan Rasulullah yang diutus guna menyempurnakan akhlak, dan lain sebagainya.

Buku ini juga menjabarkan mengenai akhlak yang dipersempit dengan kata "sopan santun". Dari yang paling utama yakni sopan santun terhadap Allah dan Rasul hingga berperilaku sopan pada manusia yang lain, tumbuhan, bahkan benda mati. 

Meskipun ada beberapa kalimat yang sulit difahami oleh saya yang masih awam, tapi buku ini sangat bisa jadi pegangan sebagai dasar pemaknaan akhlak dan bagaimana akhlak itu sesungguhnya. Sehingga di era modern yang pada kenyataannya, akhlak itu sudah banyak terkikis dalam keseharian kehidupan kita, buku ini mampu memberi pandangan dan pengetahuan yang sangat baik untuk kita semua. Nilai 8 untuk buku abi Quraish shihab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar