Review Go-Kitchen, Restu Utami Dewi


Judul Buku: Go-Kitchen
Pengarang: Restu Utami Dewi
Penerbit dan Tahun Terbit: PT Kawan Pustaka Jakarta, 2018
Genre: Resep
Jumlah Halaman: 184 halaman
Nama Pe-review: Okta
Review buku : 

Buku resep ini terdiri dari 30 menu sarapan & makan siang, 8 menu tumpeng, 17 menu ala cafe & camilan, 22 menu cake, pudding & cookies serta 7 menu rujak. Sehingga kalau ditotal terdapat 84 menu yang bisa diuji coba. Sebenarnya lebih, karena seperti misalnya di resep lontong opor sendiri terdapat tiga resep pelengkap yang diberikan. Selain itu, ada tutorial membuat alas tumpeng. Sebagai seorang istri yang selama ini belajar masak bermodal nanya resep ke ibu dan intip para pembagi resep, kelebihan buku resep yang ditulis oleh Restu Utami Dewi (yang menyebut dirinya bu Etu) sehingga akhirnya saya memutuskan membelinya (tanpa menyesal) adalah:

💖 Variasi pilihan menunya luas, tidak hanya satu tema sehingga rasanya tidak membosankan. Beli 1 buku tapi mendapatkan 'banyak' resep. Hehehe, mungkin itu hanya perasaan saja ya. Meskipun sebenarnya buku kumpulan resep lain juga menyajikan menu yang banyak, tetapi lebih 1 tema, sehingga mengharuskan membeli beberapa pilihan judul. Karena bagi saya, sebagai orang yang cenderung hanya berhasil masak, tetapi kurang beruntung di perbakingan tetap bisa mendapatkan resep cake dan cookies yang bisa dicoba kapan-kapan itu cukup menyenangkan dan memotivasi. Atau mungkin bagi pembaca lainnya yang hanya menyukai beberapa menu akhirnya juga akan tergoda untuk mencoba variasi menu lainnya.

💖 Variasinya tidak terbatas pada pilihannya saja, tetapi juga sifat lokal dan interlokal menunya. Menurut saya ini menyenangkan, bisa membawa pilihan makanan yang berbeda ke meja makan untuk dinikmati. Dari semur jengkol sampai perbentoan dan menu sensasi Italia. Tidak sekedar makanan, tetapi untuk variasi kudapannya juga demikian. Dari rujak ulek sampai ke risoles ragout. Ada pilihan sambalnya juga, sambal tradisional sampai sambal yang diadakan di spicy hot chicken wings.

yummy 😋

😋😋😋
💖 Catatan baik itu yang berisi tips maupun respon perjalanan penulisnya terhadap sebuah resep dituliskan dengan bahasa sehari-hari. Jadi enak aja membacanya. Bahkan 'wkwkwk' nya juga ditulis. Seperti saat penulisnya menuliskan caption di instagram pribadinya. 

💖 Ada selipan motivasi di buku ini. Sebagai seorang ibu rumah tangga, penulisnya memulai perjalanan kulinernya secara otodidak. Kemudian mendapatkan support yang sangat luar biasa dari suami hingga saat menuliskan buku ini ia sedang mengandung putrinya di tengah mendapatkan banyak orderan juga.

💖 Menilik dari akun instagramnya ia berbagi resep yang dijualnya dengan ikhlas itu juga menarik. Atau menceritakan mengenai orderan, komplain, ramai dan sepinya Cakicake (nama brandnya) hingga saat ia menjadi brand ambassador merk produk tertentu sampai saat ini. Hal-hal tersebut menjadikan nilai resep ini kuat karena sudah layak jual apabila tidak sekedar menduplikasi melainkan menyajikan dalam bentuk yang menggugah selera. Tentu saja bisa menjadi inspirasi bagi ibu rumah tangga (atau anak atau bapaknya juga) untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

💖 Saat ini sudah cukup banyak penulis resep yang berangkat dari rajin menulis di instagram dan menuai banyak follower. Namun, ada yang personalitynya kurang apik dengan mengakui suatu resep miliknya, padahal resep itu dari jaman ibu kita ya sudah ada hanya saja saat ini banyak yang ditulis dan divariasikan. Nyebelin loh bacanya jadinya hehehe.  Berbeda dengan penulis buku ini yang dengan rendah hati menyelipkan pernyataan ya kalau mau yang terbaik gunakan bahan-bahan terbaik. Itu yang membedakan resepnya. Saya rasa hal ini juga yang membuat semangat maupun ketulusannya bisa sampai ke pembacanya.

Buku ini menurut saya sangat baik untuk pemula atau yang baru menyukai perdapuran. Ada menu yang sakiceup tring alias gampang dalam pembuatannya sampai yang bikin mikir berulang-ulang mau nyoba apa engga ya. Oia, meskipun ribet, tetapi menurut saya bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan. Membuat semangat untuk menuju dapur. Sesuai dengan slogannya 

'macan kabur = mamah cantik suka ke dapur' alias Go-Kitchen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar