Review A Stranger in The Mirror, Sidney Sheldon

Judul Buku: A stranger in the mirror
Penulis: Sidney  Sheldon
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2007
Genre: Fiksi
Jumlah halaman: 444
Nama Pereview: Iyom mukarromah 
     
Kisah ini dimulai pada tahun 1919, ada seorang anak yang bermimpi menjadi seorang entertainer. Namanya Toby Temple, seorang anak yang sangat mencintai Ibunya sendiri. Sang Ibu mendidiknya dengan sangat keras, Ibunya tak ingin Toby kecil tumbuh  menjadi seperti ayahnya. Seorang lelaki yang sangat mencintai Puisi.

Seluruh hidupnya hanya digunakannya untuk berkhayal menulis puisi sampai-sampai sang ayah hampir tak mempunyai gairah untuk bekerja. Dengan bermodal maskawin saat menikahi Frieda (Ibu Toby) sang ayah Paul, membuka toko daging dan berimigrasi ke New York, sayangnya usaha dimanapun mereka tinggal tetap gagal. Mereka meninggalkan New York dan tinggal dikota kecil.  Kemudian Frieda mengambil alih usaha itu. Frieda dibesarkan dalam tradisi Jerman sebagai Hausfrau, tapi itu tidak membuatnya menjadi tolol bahkan merubahnya menjadi seorang tiran. 

Ekspektasi Frieda terhadap pernikahan dan suaminya Paul ternyata tak seindah yang dia bayangkan. Paul cenderung menjadi laki-laki yang lemah dengan alasan itu menjadikan Frieda mendidik anaknya sendiri dengan tangan besi. Frieda selalu menuntut kesempurnaan pada anaknya sendiri. Semakin keras sikap Frieda pada Toby, semakin bertambahlah rasa sayangnya pada Ibunya sendiri. Sang Ibu selalu mengatakan bahwa Toby kelak akan mejadi orang yang hebat. Hal inilah yang kemudian menumbuhkan keyakinan pada Toby bahwa ia kan menjadi ternama, dan Ibunya pasti tidak akan salah.

Toby pintar dalam menirukan gerak-gerik orang lain sehingga seringkali membuat Ibunya tertawa terpingkal-pingkal, dan untuk pertama kalinya sang Ibu tertawa karena tingkah Toby. Akhirnya Toby tahu bagaimana caranya meluluhkan hati Ibunya agar Ibunya memberikan pujian padanya. Dengan wajah Toby yang begitu polos, mata yang indah, badan yang kecil sehingga membuat seisi dunia ingin selalu melindunginya. Siapapun yang melihat pementasan Toby rasanya ingin melindungi Toby. Sayangnya menginjak usia remaja dorongan libido Toby mengantarkan dia pada suatu masalah besar yang akan merubah dunianya selamanya. Saat remaja Toby hampir meniduri semua teman wanita sekelasnya walhasil salah satu diantara mereka akhirnya hamil. Hal inilah yang kemudian mendorong Ibunya untuk memerintahkan Toby meninggalkan rumah dan menyuruhnya untuk pergi ke New York guna masuk dalam Show Business. Ibunya tidak rela jika Toby remaja menghabiskan sisa hidupnya dengan menikahi perempuan yang Toby hamili. Anaknya Toby harus menjadi orang besar.

Selama Toby di New York ternyata semua tak semudah yang dia dan Ibunya bayangkan sampai pada suatu ketika ayah Toby memberitahukan bahwa Ibunya meninggal dunia.  Ini menjadi pukulan yang amat menyakitkan bagi Toby. Dia ingin menghadiri pemakaman Ibunya tapi ayahnya melarangnya karena keluarga perempuan yang dia hamili menunggunya pulang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Toby hanya bisa menangis dalam kamar kecil sukuran kamar mandi bertemankan dengan binatang-binatang yang selama ini tidur dengannya. Karena selama tinggal di New York Toby hanya berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai asisten tukang sulap. 

Toby berpindah-pindah tempat tinggal, kota lain yang dia kunjungi adalah Chicago. Semua klub dia datangi untuk menjadi seorang penghibur. Tak jarang Toby dilempari botol bahkan tak diacuhkan sama sekali. Kadang Toby ingin menjerit pada mereka dan beberapa kali dia harus menangis. Dia ingin meninggalkan pekerjaannya dan bertekad melakukan pekerjaan lain tapi keesokan harinya dia akan berdiri dipanggung klub untuk menghibur. Dia sangat mencintai pekerjaannya sebagai penghibur, ditonton orang membuatnya merasa hidup. Dia tak bisa meninggalkannya.

Perjalanan Toby untuk masuk keduna hiburan mengantarkan dia pergi ke Hollywod. Tempat dimana orang-orang didunia hiburan lahir. Toby melakukan berbagai cara untuk diakui bahwa dia ada didunia ini. Pertama dengan menipu seorang perempuan pemilik sekolah acting terkenal bernama Alice Tanner, Toby menipu dengan mengatakan bahwa Toby bermain pertunjukan besar di inggris, salah satunya di repertory theatre. Sayangnya Alice tak dapat ditipu, Alice mengatakan bahwa repertory tak mengijinkan orang Amerika masuk.  Dalam keputusasaan dan rasa malu Toby mencoba meyakinkan Alice bahwa dia patut untuk diperhitungkan,  Toby mulai menirukan gaya artis-artis dengan mimik wajanya. Dari satu aktor ke aktor lain. Sampai Toby tak bisa berhenti. Dia terus menirukan dengan leluconnya sehingga membuat Alice tertawa terbahak-bahak. Alice memintanya untuk berhenti tapi Toby tak bisa berhenti. Dia kehilangan akal dan terus melucu dengan wajah polosnya. Kejadian itu kemudian mengantarkan Toby masuk kedalam sekolah akting sekaligus mengencani Alice.

Tak sampai hanya mengencani Alice, Toby yang berambisi menjadi seorang bintang menjadikannya sangat mengerikan. Alice yang dia pikir akan menjadi jembatan bagi kesuksesannya malah dianggapnya sebagai tembok penghalang. Sebab Alice hanya memasukkannya di grup Workshop dan hanya dari grup Showcase sajalah yang boleh menampilkan pementasan dengan ditonton orang-orang besar didunia hiburan Hollywod. Alice berdalih grup Showcase adalah grup yang lebih berpengalaman, jika ingin masuk ke grup itu maka Toby harus menunggu beberapa bulan sampai dia dianggap siap. Sayang, Toby bukan orang yang sabaran. Dia lelah sudah menunggu bertahun-tahun untuk bisa masuk ke dunia hiburan yang sesungguhnya. Dia ingin semua orang memujanya. Hal inilah yang membuat Toby semakin berbahaya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar