Review Jonathan Strange & Mr Norrell, Susanna Clarke

Judul Buku: Jonathan Strange & Mr Norrell
Penulis: Susanna Clarke
Penerbit: Gramedia
Tahun Terbit: 2009
Genre: Fiksi Fantasi
Jumlah Halaman: 1242
Nama Pereview: Rima Juwitasari
Review Buku:

Pada abad ke-18, Inggris mengalami krisis sihir praktis. Sihir saat itu hanya ada untuk dipelajari tanpa dipraktekan. Sampai munculah lelaki bernama Mr Norrell yang merupakan satu-satunya penyihir praktis. Bersama Mr Segundus, seorang penyihir teoris, ia ingin membangkitkan kembali sihir, baik praktis dan teoris, di Inggris. 

Masalah muncul ketika Mr Norrell membangkitkan kembali Lady Pole dari kematian. Ia meminta bantuan sesosok peri yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Pria Berambut Ilalang. Peri tersebut meminta jiwa Lady Pole sebagai imbalan atas bantuannya tersebut. Tanpa pikir panjang, Mr Norrell menyetujuinya asal Lady Pole bisa dihidupkan kembali. Lady Pole memang hidup kembali, namun hanya normal untuk beberapa bulan saja. Setelahnya, Lady Pole terlihat lesu, kosong, pendiam, dan hanya berdiam diri duduk-duduk di rumahnya. Rupanya ia ditenung oleh si Peri. Setiap hari jiwa Lady Pole dibawa ke Rumah Hilang-Asa, rumah si Peri. Dan setiap kali Lady Pole ingin mengadu, hanya omongan aneh tentang entah apa yang keluar dari mulutnya sampai-sampai ia dianggap gila. Mr Pole meminta bantuan Mr Norrell untuk memperbaiki Lady Pole, namun Mr Norrell tidak berbuat apa-apa. Setelahnya, Peri yang dibawa Mr Norrell ke dunia manusia ini "ketagihan" mencampuri urusan manusia. Selain Lady Pole, ia juga menenung Stephen dan Arabella. Ia sangat menyukai Stephen sampai-sampai akan ia jadikan Raja Inggris, dan ia tidak bercanda.

Setelah fenomena Penghidupan Kembali Lady Pole, nama Mr Norrell melejit. Ia disebut-sebut sebagai Penyihir Praktis Nomor Satu. Ia banyak kebanjiran pekerjaan karena ilmu sihirnya, kebanyakan datang dari pemerintah Inggris yang memintanya membantu Inggris memenangkan perang melawan Prancis. Namun ia menjadi seperti lupa akan tujuan awalnya. Ia menyimpan sendiri sihirnya. Ia menimbun semua buku-buku sihir bagus untuk dirinya sendiri di perpustakaan pribadinya. Sampai suatu saat munculah Jonathan Strange, seorang penyihir praktis otodidak. Ia disebut-sebut akan menjadi lawan bagi Mr Norrell dan akan merebut gelar Penyihir Nomor Satunya. Namun ternyata ketika mereka bertemu, Mr Norrell begitu kagum kepada Jonathan karena kepandaiannya. Bahkan ia menjadikan Jonathan muridnya! Katanya, Jonathan adalah satu-satunya manusia yang enak diajak mengobrol tentang sihir.

Namun di tengah jalan, mereka akhirnya berpisah setelah sekian lama menjalin hubungan Guru-Murid yang harmonis. Jonathan mengaku sudah tidak tahan dengan Mr Norrell yang selalu memaksakan pikiran-pikirannya. Jonathan ingin menelusuri jejak sihir Raja Gagak (atau dikenal dengan nama John Uskglass, seorang penyihir terkenal zaman dahulu) dan juga ingin memanggil Peri dan menjadikannya pelayan (sihir jaman dahulu sangat akrab dengan sistem peri-pelayan), padahal dua hal itu paling dibenci Mr Norrell (Raja Gagak dan Peri). Karenanya, mereka berpisah jalan dan entah bagaimana berakhir bersitegang. Mr Norrell dan Jonathan Strange (terutama Mr Norrell) terlalu sibuk dengan pertikaian mereka sampai-sampai tidak sadar bahwa ancaman sebenarnya adalah Pria Berambut Ilalang atau si Peri yang dipanggil Mr Norrell.

Jonathan Strange & Mr Norrell merupakan novel debut Susanna Clarke. Ia mulai menulis pada tahun 1992 dan baru 10 tahun kemudian diajukan ke penerbit. Bloomsbury mencetaknya pada tahun 2004 dan buku ini berhasil menyabet penghargaan Hugo Award 2005 untuk kategori Novel Terbaik dan menjadi nominasi Man Booker Prize 2004.

Saya sangat menggemari membaca buku ini, di samping karena cerita yang menarik, juga karena gaya bercerita Susanna Clarke yang enak diikuti, layaknya sedang mendengarkan seorang teman mendongeng. Terlebih lagi, ia senang menyisipkan beberapa adegan humor yang tentu saja sangat menghibur. Selain itu, hal yang sangat disayangkan dari Susanna Clarke adalah kegemarannya membuat catatan kaki. Ada begitu banyak catatan kaki tersebar di buku ini, dari yang singkat sampai yang panjang sekali sampai hampir memenuhi halaman buku. Karena saking panjangnya, saya sering sampai lupa cerita utamanya dan harus membaca ulang. Ini sedikit merepotkan. Untungnya, catatan-catatan kaki tersebut tidak jarang memuat cerita yang menarik untuk dibaca.

Sebenarnya saya dulu sangat menghindari membaca novel tentang sihir karena saya termasuk ke dalam jenis Potterhead fanatik, radikal, serta buas (di dunia maya). Dulu saya suka sinis dan gemar menyinyiri novel-novel bertemakan sihir dan serta merta menuduh mereka memplagiasi Potter Universe. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, saya menjadi lebih bijaksana dan terbuka dengan novel-novel tersebut. Terlebih karena boxset Jonathan Strange & Mr Norrell ini sudah terlanjur dibeli dengan harga yang sangat miring sampai-sampai bisa menjadi dosa jika tak dibeli, mau tidak mau saya harus membacanya. Dan ternyata buku ini sangat berbeda dengan Potter Universe. Maka dari itu, bagai udara segar, buku ini sangat cocok bagi Potterhead (pada khususnya) dan pembaca yang menggrmari sihir (pada umumnya).

Dari 5 bintang, saya beri buku ini 5 bintang. Suatu saat, saya akan kembali membacamu. Sampai jumpa Mr Norrell, Jonathan Strange!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar