Minggu, 16 Juni 2019

Resensi Buku Happy Selling, Nisaul Kamilah

source: bukalapak
Judul buku: Happy Selling
Penulis: Nisaul Kamilah, M.Si
Penerbit: dream litera anggota IKAPI
Jumlah halaman: 192
Genre: Nonfiksi, Motivasi
Pe-review: Najhaty Sharma

Happy selling adalah buku perjalanan bisnis Ning Mila (begitu kami biasa memanggil Nisaul Kamilah) yang lahir dari Tambakberas jombang, sekaligus buku edukasi bisnis bagi banyak emak-emak terutama yang tinggal di rumah saja demi mendidik anak-anak, bisnis yang digeluti notabene melalui jalan online.

Ketika memasuki dunia rumah tangga, Ning Mila yang telah menjadi dosen di salah satu universitas ini memilih jalan resign demi menemani suaminya mengasuh pesantren dan mendampingi balita yang kala itu telah lahir tiga buah hati, menyusul lahirlah buah hati yang kelima setelah buku ini best seller melanglang buana menemani ratusan bahkan ribuan emak-emak di penjuru negeri bahkan luar negeri.

Buku ini juga pendamping bagi peserta kelas online yang digarap Ning Mila melalui grup what'sapp dengan nama HALAQOH BISNIS ONLINE (HBO)

Apa sih perbedaan buku ini dari buku bisnis lain yang pernah ada?

Saya selaku alumni HBO telah merasakan keunikan dalam bermuasyaroh dengan sosok Ning Mila yang selalu mengaitkan keberkahan rejeki dengan muamalah dan dakwah, bisnis bukan hanya mencari uang, tapi juga ibadah dan ladang pahala. Bisnis bukan semata bercapek-capek ria dari pagi hingga petang, tapi juga mencari Ridho Allah dengan Rizki yang halal. Bisnis juga wasilah bagi para enterpreneur untuk menjadi manusia lebih manfaat, manifestasi dalam hadis "khoirunnas anfa'uhum linnas"

Maka dari itu, berbicara bisnis dalam HBO itu tidak hanya berbicara tehnik, target market, covert selling, atau copy writing, tapi juga tentang karakter pembisnis itu sendiri, apakah dia bermental amanah? Apakah dia termasuk orang yang mudah bersyukur sehingga mampu enjoy kala income tidak sesuai harapan? Apakah pundi pundi rupiah yang telah dihasilkan itu menjadi barokah di tangan empunya, atau hanya terbuang sia-sia?

Karena bisnis menjadi kehilangan ruhnya ketika tidak selaras dengan mental sang enterpreneur. Contohnya seperti Ning Mila ini tidak hanya sukses menjadi emakpreneur tapi juga berhasil menggerakkan ekonomi para emak-emak melalui komunitas HBO yang solid, beliau juga mendirikan Ayra shop charity program dimana sedekah Ning Mila sendiri juga para jamaah HBO tersalurkan.

Sudah banyak alumni HBO yang mengeratkan silaturrahmi mereka dengan teman se-almamater dalam HBO seperti acara kopdar nyata, semisal buka bersama, membaca Qur'an bersama atau acara lainnya, meski hanya kenal lewat Facebook saja, rupanya komunitas ini berhasil menautkan hati  para anggota satu sama lain. Yang kebetulan notabene diwarnai para santri-santri Ahlu Sunnah dari berbagai kota di Indonesia.

Karena ini hanya Review, tentu saya tidak menuliskan ulang apa saja yang tertulis dalam buku dahsyat Happy selling ini, namun saya hanya ingin berbagi cerita, bahwa saya bagian dari HBO dan telah banyak mendapatkan kemanfaatan dengan gabung dalam grup ini, karena ternyata banyak Emak-emak yang sama sibuknya dengan kita, atau bahkan jauh lebih sibuk, mereka bisa mencontoh Ning Mila untuk survive dan lebih produktif, tanpa melulu menyalahkan keadaan.

Ternyata emak-emak dirumah pun bisa jadi jutawan dan bahkan milyader yang bisa mengumrohkan sanak saudara, beli mobil dan sendiri, juga mensejahterakan orang lain.

Tapi lebih dari itu, entah seberapa rejeki yang Allah berikan untuk kita. Rizki harus tetap barokah. Hati harus selalu qonaah, dan mental harus menjadi Nafiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Pemesanan Suvenir

Pemesanan Suvenir

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *