Review Buku Off The Record, Ria SW

Judul buku: Off The Record
Penulis: Ria SW
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 224 hlm
Tebal: 20 cm
Tahun cetak: Juni 2018
Peresensi: Ihdina Sabili

Asam Manis Jadi Foodblogger

Menjadi youtuber tidak seindah yang kita lihat di layar ponsel. Menjadi food blogger tidak senikmat yang kita bayangkan di video. Namun begitu banyak intrik dan gejolak sensasi yang terjadi di balik tersajinya sekian menit paparan video tersebut. Ada rentetan draft konsep yang harus dirancang sejak jauh-jauh hari. Ada persiapan obat-obatan penghalau akibat berbagai rasa yang masuk melalui tenggorokan berkumpul di lambung dan berputar-putar di usus.

Buku ini ditulis seorang youtuber perempuan asal Jakarta yang khas dengan ajakan makannya dengan, “caaan…”. Ria SW biasa dia dikenal, gemar membuat video dari perjalanannya berkeliling kota di Indonesia maupun luar negeri berisikan berbagai menu kuliner. Mulai dari makanan khas nusantara, jajanan street food, hingga berbagai kudapan khas mancanegara. Yang menjadi pembeda dengan food blogger lainnya, Ria dalam menentukan konten menu kuliner tidak selalu mengikuti apa yang sedang tren di sosial media atau di kota tersebut. Namun terkadang hanya berangkat dari keinginan jajan atas dasar ‘kepengen pas lagi laper’ saat itu juga.

Seperti halnya bab pertama dalam buku ini, tentang penemuan dia pada seblak Pademangan. Mulai dari awal masih sepi-sepi saja, hingga sejak setelah dikunjungi Ria menjadi sangat ramai dan laris oleh pelanggan baru. Memang menjadi seorang public figure bukanlah hal yang mudah dan akan cepat diterima oleh setiap orang. Terlebih bagi orang-orang melakukan akivitas di depan layar menjadi hal yang begitu menyenangkan. Berangkat dari impian masa kecil dan menjadi cita-cita yang mungkin agak tertunda. Begitu pula yang dialami oleh seorang Ria, di perjalanan awal merintis karirnya di dunia youtuber-nya ini.

Di dalam buku ini, ia juga menceritatakan beberapa bagian penting kehidupan pribadinya, di luar yang tersaji di dalam video-videonya. Mulai dari perjalanan dia menentukan dan meraih cita-cita, hingga sedikit menyinggung tentang hubungan asmara. Mulai dari cerita-cerita dalam keluarga kecilnya hingga sahabat dekat juga mitra karirnya. Perjalanan shooting video yang dia ambil di Korea, Singapura dan Semarang dia ceritakan dengan runtut mulai dari persiapan hingga segala hal yang terjadi selama di sana.

Tidak hanya pengalaman pribadi yang ia bagikan dalam buku perdananya ini, Ria juga sedikit menyelipkan pesan-pesan penting kepada para millenials. Tentang bagaimana menjalani hubungan dengan pasangan hidup atau bahkan tips dan trik dalam menjalankan bisnis sendiri. Dengan berbekal impian besar di bidang perfilman, didukung kegemarannya makan dan menikmati apapun yang dia makan, ia pun mampu menjadikan hobinya berbuah penghasilan. Tentu ini menjadi impian setiap orang. Namun menjalaninya pasti bertemu kerikil-kerikil bahkan batu karang menghadang.

Pelajaran dalam bermitra juga ia ceritakan dengan adegan dan percakapan dan nyata. “Teman ya teman. Bisnis ya bisnis. Aku nggak bisa ngebuatnya jadi bisnis rasa teman”. Dengan harapan mampu menjadi masukan dan motivasi besar untuk para fans dan viewer yang kebetulan juga menjadi pembaca bukunya. Pentingnya mengetahui hal-hal di balik layar ini supaya dalam memandang segala sesuatu tidak hanya serta merta yang terpampang di depan mata. Namun pahamilah apa yang sebenarnya dialami oleh mereka itu di kehidupan nyatanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar