Home Ads

Rabu, 31 Juli 2019

Resensi Buku Drunken Monster, Pidi Baiq

Resensi oleh: Laila Muhyidin
Judul buku: Drunken Monster
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books PT. Mizan Pustaka
Jumlah halaman: 289
Genre: Humor, Fiksi

Saya tertarik mengambil buku ini karena "mengenali" penulisnya. (Sebelumnya perlu diketahui kalau peresensi adalah orang yang malas membaca, bukan expert seperti kebanyakan anggota grup ini, harap maklum,  heueheheh...) Makanya buku dengan genre ini dipilih dengan tujuan demi membangunkan gairah membaca. Beruntung, buku ini sesuai dengan prediksi saya. 

Membaca 28 judul di dalamnya menjadi wisata emosi tersendiri. Bagi saya yang orang Jawa, membaca humor Bandung ini tak lantas membuat saya tertawa terbahak-bahak, tapi gaya celetukan-celetukan didalamnya mengingatkan saya pada teman-teman kuliah saya dulu. Lontaran komentar, pertanyaan atau pernyataan yang segar, yang membuat kita tersenyum sepanjang sore karena pilihan kata/kalimat yang tak terduga. Seperti misalnya saat dulu teman saya yang dari Bandung dituduh kentut, jawaban dia adalah "ih, emang saya cowok cakep apaan...". Nah pada kumpulan catatan harian Pidi ini juga saya menemukan banyak kelakar serupa. 

Di antaranya cuplikan dialog antara Pidi dengan teman sekantornya yang dibahas secara serius perihal dimanakah tempat penjualan kuda nil. Hampir di setiap judul baru, tulisan-tulisan ini akan membawa kita pada corak humor yang tak biasa. Sekilas dan sependek pengetahuan saya, saya jadi bisa merasakan guyonan yang ternyata punya warna masing-masing antara humor ala orang Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur setelah membaca buku ini. Well, tidak bermaksud SARA ya, tapi saya pikir gak ada salahnya kalau kita menempatkan cara guyon kita pada teman sesuai asal daerah mereka. Supaya lebih nyambung aja gitu. Jangan sampai ada kriik kriiik krriiikk diantara kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *