Kamis, 28 November 2019

Resensi Buku Gadis Kretek, Ratih Kumala

Judul: Gadis Kretek 
Penulis: Ratih Kumala 
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit:  2012
Genre: Fiksi
Jumlah halaman: 284 halaman 
Peresensi: Nurul Ilmi Elbana

Membaca buku sejarah kadang tidak menjadi pilihan sebagian pembaca, karena sering dianggap membosankan bertemu deretan angka-angka masa silam. Tetapi bagaimana bila sejarah masa lalu ditulis dalam bentuk fiksi? Saya awalnya tidak mengira bahwa gadis kretek ini akan banyak membicarakan soal perkembangan kretek di Indonesia zaman dulu. Walaupun, ya itu hanya fiksi. 

Novel ini menuturkan cerita sebuah perusahaan Rokok Kretek Cap Djagad Raja milik keluarga Soeraja dengan seluruh rangkaian masa lalu yang melatarbelakangi perusahaan itu, mulai dari bumbu kretek hingga kisah cinta pemiliknya 

Bagian yang menarik bagi saya adalah saat Ratih Kumala menceritakan bagaimana kondisi usaha rakyat terutama kretek di zaman penjajahan. Juga kisah kretek saat suhu politik di Indonesia memanas, yaitu pengganyangan PKI. Sebuah perusahaan rokok yang dimodali PKI jelas juga kena getahnya. 

Dulu, sebelum kita mengenal iklan televisi, perusahaan-perusahaan rokok kretek memutar otak bagaimana memasarkan dan mendistribusikan rokok kreteknya. Sebagian yang sudah menasional menggunakan iklan koran, misalnya Kretek Cap Djagad Raja. Untuk yang masih pemula mereka melakukan berbagai cara, misalnya dengan membuat cap dirinya atau cap seorang gadis sebagai sampul rokoknya. Ada juga yang menggunakan nama dagang yang punya kaitan emosional atau familiar sesuai momentum saat itu. Sebab bagi mereka, kretek bukan hanya barang dagangan, tetapi juga sebagai alat propaganda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *