Senin, 01 Juni 2020

Resensi Buku Sapiens, Yuval Noah Harari

SAPIENS, SEJARAH SINGKAT YANG PANJANG



Judul Buku: Sapiens, a Brief History of Humankind 
Penulis: Yuval Noah Harari
Penerbit: Hervill Secker
Edisi bahasa: Inggris
Cetakan: Pertama 2014
Tebal: 287 halaman
Genre: Sejarah
Peresensi: Aida Mudjib

Does happiness really depend on self-delusion? [hal 272]


***
Tentang Penulis

Yuval Noah Harari adalah seorang sejarawan, filsuf, dan penulis salah satu koleksi buku terlaris Sapiens; Sejarah Singkat Manusia, Homo Deus; Sejarah Singkat Masa Depan, dan 21 Pelajaran untuk Abad ke-21. Lahir di Haifa, Israel, pada tahun 1976, Harari menerima gelar PhD dari University of Oxford pada tahun 2002, dan saat ini menjadi dosen di Departemen Sejarah, Universitas Ibrani Yerusalem. Buku-bukunya telah terjual lebih dari 25 Juta kopi di seluruh dunia.

***

Jika dipikir-pikir, beberapa buku tampaknya dibuat khusus untuk golongan pemikir dan pemimpin dunia. “Sapiens: Sejarah Singkat Manusia,” karya Yuval Noah Harari, salah satunya. Buku ini membuat Harari mendapat undangan untuk berbicara di TEDGlobal pada tahun 2015. Dalam setahun, jejeran orang-orang berpengaruh membacanya. Mark Zuckerberg membuatnya sebagai pilihan untuk klub buku online-nya. Barack Obama merekomendasikannya di televisi. Bill Gates mengatakan kepada The New York Times bahwa itu akan menjadi salah satu dari 10 buku yang akan dia bawa ke pulau terpencil.

Apa yang membuat 'Sapiens' begitu menarik bagi orang-orang cerdas adalah kemampuannya untuk menyajikan ide-ide besar - tentang evolusi dan revolusi dalam kognisi dan peradaban manusia - ke dalam serangkaian program yang dapat dicerna. pertama kali diterbitkan dalam bahasa Ibrani di Israel pada tahun 2011 berdasarkan serangkaian ceramah yang diajarkan Harari di The Hebrew University of Jerusalem, dan dalam bahasa Inggris pada tahun 2014.  Buku ini menyurvei sejarah umat manusia dari evolusi spesies manusia purba di Zaman Batu hingga abad kedua puluh satu, dengan fokus pada Homo sapiens dalam kerangka yang disediakan oleh ilmu alam, khususnya biologi evolusi.

Sebagai penggemar sains terapan dan pengamat perilaku manusia, bukunya Harari ini luar biasa sekali meramu titik-titik kritis peradaban manusia dan interaksinya dengan sejarah ekosistem planet Bumi.

Argumen utama Harari adalah Sapiens mendominasi dunia karena satu-satunya hewan yang dapat bekerja sama secara fleksibel dalam kelompok besar. Ia berpendapat bahwa Sapiens prasejarah adalah penyebab utama kepunahan spesies manusia lainnya seperti Neanderthal, bersama dengan sejumlah megafauna lainnya. Harari juga berpendapat bahwa kemampuan Sapiens untuk bekerja sama dalam jumlah besar muncul dari kemampuan uniknya untuk percaya pada hal-hal yang murni dalam imajinasi, seperti tuhan, dewa, bangsa, uang, dan hak asasi manusia. Dia berpendapat bahwa aneka kepercayaan inilah yang menimbulkan diskriminasi. Tidak peduli apakah itu diskriminasi rasial, seksual atau politik, mustahil untuk memiliki masyarakat yang sepenuhnya tidak memihak. 

Harari mengklaim bahwa semua sistem kerja sama manusia skala besar—termasuk agama, struktur politik, jaringan perdagangan, dan lembaga hukum—berhutang kemunculan mereka pada kemampuan kognitif khas Sapiens untuk berkhayal. Karenanya, Harari menganggap uang sebagai sistem kepercayaan dan melihat sistem politik dan ekonomi kurang lebih identik dengan agama.

Dalam buku ini diceritakan pada masa awal dari keberadaan kita manusia,—disebut Sapiens menurut Harari—yang terus hidup bersama lalu menjalani serangkaian revolusi. Pertama, revolusi 'kognitif': sekitar 70.000 tahun yang lalu, kita para manusia mulai berperilaku dengan cara yang jauh lebih cerdik daripada sebelumnya, dengan alasan yang masih kabur, dan menyebar dengan cepat ke seluruh planet. Sekitar 11.000 tahun yang lalu kita memasuki revolusi pertanian, mengubah kebiasaan kelompok yang semakin banyak dari mencari makan dari berburu dan meramu menjadi pertanian. 

Kemudian 'Revolusi ilmiah' dimulai sekitar 500 tahun yang lalu. Ini memicu revolusi industri, sekitar 250 tahun yang lalu, yang pada gilirannya memicu revolusi informasi, sekitar 50 tahun yang lalu, yang memicu revolusi bioteknologi. Harari mencurigai bahwa revolusi bioteknologi menandakan akhir dari sapiens bahwa kita nantinya akan digantikan oleh cyborg 'abadi' yang direkayasa ulang oleh manusia, yang mampu hidup selamanya.

Harari menanamkan banyak peristiwa penting lainnya, terutama perkembangan bahasa: kita menjadi mampu berpikir tajam tentang hal-hal abstrak, bekerja sama dalam jumlah yang semakin besar, dan mungkin yang paling penting, bergosip. Ada kebangkitan agama dan tersingkirnya politeisme oleh monoteisme yang kurang lebih beracun. Lalu ada evolusi uang, dan yang lebih penting, kredit. Ada imperialisme dan perdagangan serta kebangkitan kapitalisme.

Harari berjalan cepat melalui hal-hal yang luas dan rumit ini dengan cara yang —paling bagus—menarik dan informatif. 
Menarik membaca pemikiran Harari yang rapi tentang pangan bahwa revolusi pertanian adalah ‘penipuan’ terbesar dalam sejarah.

Kita tidak ‘menjinakkan’ gandum. Ia yang menjinakkan kita, kata Harari. Ada ‘tawar-menawar’ Faustian antara manusia dan biji-bijian di mana spesies kita 'membuang’ simbiosis intimnya dengan alam dan berlari menuju keserakahan dan keterasingan.

Itu adalah tawaran yang buruk: membawa pola makan yang lebih buruk, jam kerja yang lebih lama, risiko kelaparan yang lebih besar, kondisi kehidupan yang penuh sesak, sangat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, bentuk-bentuk baru rasa tidak aman dan bentuk hierarki yang lebih mengerikan. 

Harari berpikir kita mungkin lebih baik di zaman batu dengan salah satu dari banyak superlatifnya: pertanian industri modern mungkin merupakan ‘kejahatan’ terbesar dalam sejarah.

Banyak isi Sapiens sangat menarik, dan sering diungkapkan dengan baik. Akan tetapi, ketika seseorang membaca terus, fitur-fitur menarik dari buku ini sering diliputi oleh kesimpulan ceroboh, bahasanya berlebihan dan sensasionalisme. Yuval Noah Harari adalah pendongeng cakap yang piawai menggabungkan biologi evolusioner, antropologi, sains perilaku manusia (ethologi), sejarah moneter, sejarah agama, geologi, dan ilmu tata negara menjadi satu jalinan cerita yang mudah dipahami dan enak dibaca sekali duduk –jika anda mampu dan memiliki kesempatan duduk tak terganggu selama tiga jam.

Bagian yang paling mengasyikkan? 'Sapiens' berakhir dengan menggantung di tebing. Setelah 70.000 tahun berkuasa di bumi, kita Homo sapiens akhirnya rentan.

Jombang, 4 mei 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *