Minggu, 07 Juni 2020

Resensi Buku Rumah Kertas, Carlos Maria Dominguez

Judul Buku: Rumah Kertas 
Penulis: Carlos Maria Dominguez 
Penerbit: Marjin Kiri 
Tahun Terbit: Oktober 2016 
Tebal: 76 hlm
Genre: Fiksi
Peresensi: Nurul Ilmi Elbana

Saya pernah membaca buku ini tahun 2017 lalu dan membacanya lagi tahun 2020 untuk memantik semangat membaca yang menurun, berharap dengan buku tipis tentang orang yang 'gila' buku ini saya bisa semangat membaca lagi. 

Setelah membaca buku ini saya akan sangat malu jika menyimpulkan bahwa saya adalah pencinta buku. Seorang yang benar-benar cinta buku tidak hanya menumpuk buku-buku seperti saya yang sebagiannya bahkan belum dibuka segelnya dan sebagian lain belum selesai dibaca. Seorang pencinta buku hidupnya akan benar-benar berkelindan dengan buku, bahkan berharap mati bersama buku.  Saya lalu sedikit menyimpulkan bahwa memang tiap-tiap orang yang mencintai buku mempunyai kebiasaan dan tingkat kecintaan berbeda. Ada orang yang suka membeli dan membaca buku. Ada yang setelah selesai membaca dia akan memilih untuk mendonasikan atau menjual kembali bukunya. Ada yang memilih untuk membaca di perpustakaan dan enggan membelanjakan uang untuk buku. Ada yang bahkan meminta buku-buku sebagai hantaran ketika lamaran. Ada yang tidak pernah meminjamkan bukunya karena takut tak pernah kembali. Semua punya cara untuk dekat dengan buku.

Tetapi, dalam novel ini, bukan sekadar itu yang akan disampaikan oleh penulis. Melainkan menurut saya tragedi ketika mencintai buku. Sebuah buku benar-benar mengubah takdir seorang pencinta buku. Dimulai ketika seorang profesor bernama Bluma mati setelah ditabrak mobil di tikungan jalan saat ia berjalan sambil membaca buku 'Poems' karya Emily Dickinson. Kematiannya menjadi buah bibir bahkan diperdebatkan. Apakah Bluma mati gara-gara mobil atau gara-gara puisi? (hal 3). 

Si tokoh aku dalam novel ini kemudian diseret masuk menyaksikan tragedi orang 'gila' buku setelah ia menggantikan Bluma mengajar di Jurusan Sastra Amerika Latin di Universitas Cambridge. Suatu hari ada peket buku berprangko Uruguay datang untuk Bluma yang sudah tiada. Paket berisi buku The Shadow Line karya Joseph Conrad. Sampul bukunya kotor dan penuh dengan partikel-partikel semen yang sudah mengeras. Hal itu membuat penasaran si tokoh aku dan mencari tahu siapa si pengirim buku. 

Carlos Brauer adalah pacar singkat Bluma saat ia pergi ke Konferensi Sastra di Monterrey. Dialah sosok yang 'gila' buku dan pengirim buku The Shadow Line untuk Bluma, yang sayang datang terlambat. Pembaca akan dibawa pada tragedia hidup Carlos Brauer ketika menghadapi buku-bukunya yang terus bertambah dan menempati semua isi rumahnya hingga ia bahkan harus tidur di loteng. Buku-buku bahkan mempengaruhi kewarasannya saat ia harus menempatkan buku berdasarkan kekerabatan. Ia tidak meletakkan di rak yang sama buku dua penulis yang pernah cekcok atau bermusuhan. Tak hanya itu, kejadian-kejadian lain yang begitu menyiksanya berkaitan dengan buku terus menyeret hidupnya hingga ia harus menyemen buku-bukunya menjadi dinding tempat berteduh. Bagi saya kejadian dalam hidup Carlos Brauer bukan lagi hanya soal bagaimana mencintai buku, tapi sebuah tragedi seorang pencinta buku. Buku benar-benar mengubah takdirnya. 

Selain soal buku, melalui novel ini penulis mencoba memotret fenomena di mana ada juga orang-orang tak bisa lepas dari ponsel. Juga sempat ditulis kritik terhadap penulis dan penerbit yang lebih banyak memoles diri untuk kepentingan promosi daripada diskusi soal isi buku. Sayangnya, bagian ini hanya sedikit sekali, mungkin karena memang bukan tujuan penulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis disini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *