Home Ads

Rabu, 01 Juli 2020

Resensi Buku Don’t Sweat the Small Stuff in Love, Richard dan Kristine. C


Judul buku: Don't Sweat the Small Stuff in Love
Penulis: Richard and Kristine Carlson
Penerbit: Gramedia Pustaka
Tahun: 2000
Halaman: 284 hal
Genre: Nonfiksi, motivasi
Peresensi: Sindy Abdullah Els 

Banyak orang memperlakukan pasangan seolah dialah sang pemilik, mereka juga lebih tertarik pada citra pasangan sesuai dambaan, Bukan pada pribadi pasangan sendiri.

Kalimat di atas menjadi konflik awal pernikahan saya dengan suami tiga belas tahun lalu. Saya ingin suami begini dan suami ingin saya begitu. Sepele, tapi sungguh menguras energi dan menghalau sakinah.

Sebab seyogyanya, proses pembelajaran adaptasi dalam rumah tangga adalah bukan mengubur jati diri seseorang, melainkan saling bertumbuh dan memperbaiki keadaan bersama-sama, kata Emak Zayyan. Hehe..

Ada 100 kiat SEDERHANA dalam buku ini. Kalimat yang saya capslock itu benar-benar tak berlebihan. BUKU INI MEMANG SANGAT SEDERHANA, tapi sarat buah perenungan yang berimbas pada perbaikan hubungan.

Saya mendapatkan buku ini dari salah seorang sepupu ketika awal menikah. Rizki minallah, Allah yang hadirkan si buku hingga bisa sampai ke tangan saya, padahal tahu pun tidak, dan sama sekali tak masuk dalam wishlist saya yang memang gemar membaca sejak dahulu. 

Berkat buku ini, saya belajar menertawakan hal remeh-temeh yang tak perlu dibesarkan demi harmonisnya sebuah hubungan, don't sweat the small stuff in love.

Sungguh menakjubkan mengamati apa yang terjadi bila orang mampu menjaga rasa humornya dalam interaksi yang secara profesional bisa memanas. Meski demikian, ada beberapa hal dalam buku yang sangat sulit dipraktekan. Tak mesti sama bagi sebagian orang, bagi saya bab "melupakan" tanpa mengungkit adalah keajaiban. 

Hehe..
Susah, cyiin.. 

Kalau ada kesalahan yang cukup dalam, selain sulit melupakan, saya juga tipikal yang sewaktu-waktu bagai bom meledak, meleber ke mana-mana.

Tentu anda tak sama dengan saya. Bagian kecil lain dalam masalah rumah tangga, bisa jadi adalah hal mudah, bisa juga hal urgent bagi pasangan lainnya. Tak apa. Semua berproses, semua berfikir, semua akan menemukan formula hubungannya masing-masing. 

Buku karya Richard dan istrinya yang International Best Seller ini, membuat kita belajar 

MENCINTAI TANPA TAPI

membuat kita belajar, 

BERDAMAI DENGAN RASA BOSAN SERTA JENUH

Membatasi dari perilaku defensif terhadap pasangan, dan banyak buah pemikiran lain yang insya Allah akan membuat kita enjoy dalam menjalani sebuah pernikahan yang meski belum sesuai impian.

Saya paling tersentil pada bab 60, 

Biarkan pasangan anda menjadi manusia biasa

Wow.. Manis sekali judulnya 😍

Jadi mikir, jangan-jangan suami saya yang seorang Gus mau menikahi saya wanita dari strata status sosial biasa salah satunya karna pemikiran ini. Hehe.. Ya walaupun tentu kami belum kenal buku ini sebelum menikah. Murni kehendak Tuhan dan keyakinan cinta saja, ya.. *eeaa 

Membahagiakan pasangan adalah seni dari mencintai itu sendiri. Peace of mind. Saya menulis ini bukan berarti sudah expert soal beginian. Kami pun masih belajar membina hubungan.

Tapi secara sukarela saya tulis, bahwa buku ini layak dibaca ketika kita mulai bimbang akan sebuah pernikahan. Ketika jatuh cinta, ketika kecewa, ketika merasa embuh banget, pokoknya baca ini, niscaya ada setitik cahaya yang kita dapat. Insya Allah

Salam sayang dari Cilacap,
Sindy Abdullah Els

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *