Kamis, 01 Oktober 2020

Resensi Buku Free Writing, Hernowo Hasim


Judul Buku: FREE WRITING
Penulis: Hernowo Hasim
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 215 halaman
Genre: Nonfiksi
Peresensi: Vivi Nadhor

Menulis itu semacam terapi agar apa yang mengganjal di dalam otak dikeluarkan semua. Dalam pikiran, sewaktu-waktu seperti ada sampah berserakan yang setiap hari perlu kita bersihkan dengan menuliskan kata-kata yang nantinya akan sangat melegakan jiwa.

Buku ini membahas tentang bagaimana caranya menulis bebas untuk mendapatkan rasa bahagia. Bahasan lainnya, tentang larangan menulis sekaligus mengedit.

Kalau menurutku, kata-kata itu seumpama bahan mentah, anggaplah sayur-mayur yang kita butuhkan sebelum membuat masakan. Maka mencicipi makanan tidak bisa dilakukan sewaktu masih berbentuk sayuran. Jadi loskan saja dulu lalu edit kemudian. 

Free Writing merupakan buku ajakan menulis untuk mendapatkan ketenangan dan melepaskan beban pikiran, manfaatnya akan luar biasa. Diajarkan juga di dalamnya agar kita menulis meski 10 menit saja setiap harinya tanpa ikatan konsep yang rumit terlebih dahulu. Buku ini tidak hanya berisi tentang petunjuk teknis dan praktis saja tapi juga bagaimana menulis bebas lengkap dengan contoh-contohnya.

Balon udara akan dapat mengangkasa dan mengangkat BEBAN apabila ada dorongan gas yang berasal dari api yang dipancarkan ke balon tersebut. Artinya apabila MANFAAT itu banyak sekali, BEBAN pun akan terangkat. Nah, free writing ini termasuk cara dan sikap menulis yang dapat memberikan banyak sekali manfaat kepada pelakunya.

Menulis bebas (free writing) bisa dilakukan siapa saja bahkan yang merasa tidak berbakat menulis atau bahkan yang tidak ingin menjadi penulis. Ada orang-orang yang pernah mengalami trauma dalam menulis dan memutuskan untuk tidak menulis lagi. Lewat free writing kita akan dibantu memahami kegiatan menulis yang berbeda yang tidak menyiksa bahkan kita akan dimudahkan serta mengalami rasa senang dan nyaman ketika berkesempatan menulis.

Ingat kata Aristoteles "kita adalah apa yang kita lakukan secara berulang-ulang. Keunggulan bukanlah perbuatan sekali jadi, melainkan sebuah kebiasaan".

Penasaran betapa keren isinya? Baca selengkapnya di buku ini, ya! Selamat berselancar dan bersemangat. Semoga resensinya bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *