Rabu, 06 Januari 2021

Resensi Buku Wanita yang Merindukan Surga, Esty Dyah Imaniar


Judul buku: Wanita yang Merindukan Surga
Lima jalan Hijrah yang tak perlu kau takutkan, Ukhti
Penulis: Esty Dyah Imaniar
Tahun terbit: Juli 2019
Jumlah halaman: 184 Halaman
Penerbit: Buku Mojok
Genre: Nonfiksi
Peresensi: Sarifah Mudaim

Hijrah, dalam perspektif seorang muslim dalam sejarah Islam, yakni proses hijrah Rasulullah Saw, dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan menuju wilayah geografis yang lebih kondusif bagi perkembangan Islam. Sebagaimana ditulis dalam buku ini, pada dasarnya hijrah memiliki makna perpindahan secara geografis dengan intensi untuk menjadi lebih baik, akan tetapi adanya pergeseran makna hijrah yang belakangan ini lagi marak 

Dalam buku ini penulis membagi menjadi lima bab jalan yang dilalui saat melakukan hijrah beserta lika-likunya. Kelima jalan tersebut ialah Hijrah Penampilan, Hijrah Pergaulan, Hijrah Perasaan, Hijrah Pekerjaan dan Hijrah Pengajian.

Pada Bab pertama "Hijrah penampilan" misalnya, ketika kemudian hijrah disematkan sebagai simbol seorang muslimah yang belum berjilbab menjadi berjilbab, dan kemudian diperdalam lagi mempersoalkan ukuran dari ukuran 115X115 cm hijrah menjadi 175X200, dan kemudian dianggap level hijrah semakin meningkat ketika yang bersangkutan menggunakan niqob. Hingga munculnya dikotomi jilbab syar'i dan tidak syar'i yang digunakan oleh para pebisnis hijab untuk melakukan profiling dan segmentasi pasar

Di bab kedua sampai bab kelima setelah sudah berganti penampilan rute hijrah selanjutnya yakni hijrah pergaulan yang mana ruang lingkup pergaulannya terkadang sempit pertemanan sesama kaum "hijrah bersama" menjadi "hijrah bersama jamaah tertentu" beberapa sohibul hijrah mengubah spirit "hijrah bersama dia" padahal prinsip hijrah together, bukan to-get-her. Alasannya, hijrah itu berat kalau sendirian, butuh disemangati kalau lelah, butuh pembimbing ke jalan yang benar, butuh teman sehidup sesurga yang katanya anti pacaran tapi  kebelet nikah dan mudah baper cinta-cintaan "menurutku memikirkan peran peradaban jauh lebih masuk akal daripada memikirkan calon pasangan yang sudah pasti dijamin Allah" demikian menurut penulis. Hijrah pekerjaan menjadi langkah selanjutnya bagi sohibul hijrah untuk semakin kaffah misalnya karena secara eksplisit riba disebutkan dalam Alquran, para sohibul hijrah langsung berduyun-duyun keluar dari bank. Padahal, status bank sebagai lembaga ribawi sampai saat ini masih berbeda-beda oleh ulama lintas negara. Di sisi lain belum ada tren hijrah pekerjaan dari perusahaan sawit, pertambangan, pabrik tekstil, dan instansi lain yang jelas-jelas memberi imbas negatif pada bumi. Padahal larangan membuat kerusakan di muka bumi juga disebutkan jelas di Alquran. Dan bab terakhir ditutup dengan jalan Hijrah Pengajian Perbedaan penafsiran syariat dalam Islam banyak banget. Terlalu energy comsuming kalau semua harus ditanggapi dengan urat tegang.

Cara berpikir bertahap, berproses fokus pada keahlian, fokus pada substantif, fokus pada kontribusi, adalah hal yang ingin disampaikan dan mendasari seluruh pemikiran kritis terhadap pemaknaan hijrah dalam buku ini, dengan gaya tutur dialogis mudah dipahami menjadi salah satu buku yang penting untuk dibaca oleh mereka yang sedang terus-menerus berhijrah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *