Rabu, 09 Juni 2021

Resensi Buku Sabar & Ridha Resep Hidup Damai dan Bahagia, Muhammad Zaki Mubarak


Judul buku: Sabar & Ridha Resep Hidup Damai dan Bahagia

Penulis: Muhammad Zaki Mubarak

Penerbit: Noura Publishing

Jumlah Halaman: 203 halaman

Genre: NonFiksi

Peresensi: Vivi Nafidzatin Nadhor



Buku Sabar & Ridha Resep Hidup Damai dan Bahagia yang berukuran 18x12 cm ini berisi kumpulan kutipan hikmah dari penulis dan dari ulama. Setiap kutipannya tidak ada yang lebih panjang dari 18 baris dan menyisakan banyak ruang kosong. Agak berbeda dengan buku seukuran yang biasanya terisi penuh, misal seperti buku Tembok, Polanco, dan Alien karya Azhari Aiyub.


Membaca kutipan-kutipan di dalamnya menjadikan diri merasa bersalah atas kelalaian sebagai hamba Tuhan yang selama ini sering dilakukan. Pembaca sekaligus merasa diingatkan melalui sejumlah kutipan yang ringkas, padat dan, indah. Itu membuat pembaca makin tersedot ke halaman-halaman berikutnya.


Tidak hanya membahasa sabar dan ridha seperti judulnya, buku ini juga membahas penjabaran luas tentang akhlak, zuhud, syukur, ikhlas, kasih sayang Allah, keutamaan ilmu taubat, tawadhu, dan sebagainya. 


Setiap kutipan dilengkapi sumber dengan nomor halaman sehingga membuat pembaca penasaran dan ingin membaca lebih banyak dan lebih dalam.


Diantara bagian tulisan yang menarik:


"Berapa kali

sudah kita lakukan perbuatan yang Allah benci, namun berapa kali Allah tetap memberi apa yang kita sukai?


Berapa kali

sudah kita melupakan-Nya, namun berapa kali Allah tetap mengingat kita dengan pertolongan-Nya?


Berapa kali

sudah kita mendurhakai-Nya, namun berapa kali Allah tetap mengabulkan doa kita?


Bagaimana sikap kita seandainya ada teman sebaik itu?

Berterima kasih?

Lantas, mengapa kita tak bersyukur kepada Allah?

Sedangkan bersyukur kepada Allah lebih mudah daripada membalas kebaikan manusia." (hal.157)


Saya merekomendasikan buku ini karena mudah dipahami dan bisa jadi pendingin hati. Buku ini bisa habis dibaca sekali duduk juga bisa dibaca sambil menunggu antrian atau dibaca saat akan melakukan perjalanan supaya tidak bosan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PerempuanMembaca

Semua penulis di sini adalah perempuan yang menyempatkan waktu untuk membaca, budaya yang hampir punah ditelan oleh kesibukan, budaya yang hampir punah tergantikan oleh membaca status sosmed atau berita versi digital. Kami merindukan aroma buku, kami merindukan rehat dan bergelut dengan buku sambi menikmati secangkir teh atau kopi.




Cara Gabung Komunitas

Cara Gabung Komunitas

Cari

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *