Review Tanbih al-Ikhwan, Ibnu Harjo

Judul Buku: Nasehat bagi Lelaki (dalam Memahami dalil-dalil hukum merokok)
Pengarang: Ibnu Harjo
Penerbit: -
Tahun Terbit: 2014
Genre: Nonfiksi
Jumlah Halaman: 29 Hal

Pereview: Uswah

Judul aslinya adalah Tanbihul Ikhwan ala Tafahum Adillati Hukm al-Dukhan, Nasehat bagi Lelaki dalam memahami dalil-dalil hukum merokok.

Buku ini memang judulnya sama dengan kitab karangan Simbah Kyai Ahmad Bakri As-Sampuri (Mama Sampur) dari Purwakarta, yang mengkritik Ulama-Ulama pembaharu Islam yang mengatakan bahwa ijtihad masih dibuka selebar-lebarnya. Widiiih ngeri ya bahasannya kalau membahas ulama-ulama yang kredibel, yang jidal (bantahan) dan diskusinya bukan dengan marah-marah, tapi dengan saling berbalas menulis buku. jadi inget sama Imam Al-Ghazali dan Ibn Rusyd yang perbedaan corak pemikirannya dituangkan dengan saling membuat buku, Al-Ghazali mengkritik para filosof dengan membuat buku Tahafut Al-Falasifah, lalu buku tersebut dibantah oleh Ibn Rusyd dengan membuat buku dengan judul Tahafut al-Tahafut.

Eitsss tapi buku ini gak sehoror kitab kembarannya, heuheu.. Ini buku santai kaya di pantai, dikemas dengan begitu ringan dan tipiss karena memang awalnya buku ini jadi muqoddimah buku karangan Ibnu Harjo sendiri yang berjudul "Nuzhah al-Afham", tetapi berhubung buku Nuzhah sudah terlanjur dicetak jadi si muqoddimah ini terpisah dari empunya dan berdirilah sendiri dengan nama "Tanbih al-Ikhwan", langsung saja pada poinnya, membahas rokok yang sudah jadi budaya lebih khusus budaya orang pesantren (yang sudah senior 😛), kalau di kalangan Pesantren memang sudah masyhur yang namanya Kitab Irsyad al-Ikhwan, Karya Mbah Yai Ihsan Jampes, kitab yang membahas tentang kopi dan rokok, tapi yang bahas udah banyak banget, dan sudah ada yang menerjemahkannya, jadi saya review yang belum ada perivewnya aja, buku ini saya dapatkan langsung dari pengarangnya, jadi ntar tanya dulu boleh ga saya kasih link download kitabnya hahaa..

Oh ya, ini penampakan bukunya ya



Btw, dari review buku rokok pertama sampai ketiga kenapa bukunya pdf-an semua yak :p terkesan ga modal gitu :p baeklah, gosah protes ini aku udah prin bukunya


Udah puas kaaan? Lagi-lagi buku ini adalah lanjutan dari review kemarin, jadi buku yang saya review 3 bulan terakhir ini semacam 'Trilogi Rokok', pengkajian rokok dalam 3 poros, yang pertama rokok dalam perspektif politik  "Nicotine War", kedua rokok dalam perspektif gender "Perempuan Berbicara Kretek", yang terakhir adalah rokok dalam perspektif Fiqh "Tanbihul Ikhwan".

Tidak bisa dipungkiri bahwa rokok adalah kebiasaan sekelompok orang sejak zaman dulu, kebiasaan merokok ini merupakan bagian dari kebudayaan, sedangkan rokok tidak ditemukan dalam Al-Qur'an, Hadits, juga tidak ada pada zaman sahabat dan tabi'in, maka dari itu para Ulama 4 Madzhab berbeda dalam mengijtihadi (menggali hukum) rokok, rokok disini dibahasakan dengan "dukhon" dalam bahasa arab artinya adalah asap. Ada ulama yang mengatakan haram, ada yang membolehkan (mubah), dan ada yang memberikan hukum makruh.

Perbedaan hukum semacam itu di kalangan ilmu pengetahuan islam sangatlah wajar, tidak lantas menjadi masing-masing dari mereka berbantah-bantahan, atau bahkan menyalah-nyalahkan fatwa-fatwa tersebut :)))) sebagaimana kaidah fiqh bahwa "ijtihad ulama satu tidak dapat dibatalkan oleh ijtihad ulama yang lain"

Saya jadi ingat dengan Habib Husein Ibn Syeikh Abu Bakar bin Salim, Ulama besar di Hadramaut, saking bencinya sama rokok, beliau membeli semua perkebunan tembakau lalu membakarnya, cucunya saat itu ada di Jakarta, dia merokok, saat ditanya mengapa kamu berbeda dengan kakekmu? Cucu Sang Habib dengan santai bilang "kakekku kan kaya raya, jadi dia bakar semua perkebunan tanaman rokok, kalau akan kan gak kaya, jadi bakarnya satu-satu aja".. Saya jadi mikir, apakah perokok itu bisa mencerdaskan IQ atau justru perokok bisa bikin orang pinter ngeles 😂

Ada 93 kitab baik yang dicetak ataupun yang hanya berupa manuskrip-manuskrip karangan ulama nusantara yang dipakai referensi muallif (penulis).

Buku ini menyajikan beberapa hukum yang diambil oleh Para Ulama dengan begitu gamblang, disertai dengan diskusi-diskusi seputar hukum yang dipaparkan.

Mojokerto, 6 Maret 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar